Juliana Chen, Business Development Manager Asus Indonesia mengatakan bahwa sampai akhir tahun 2010, performa Asus di bisnis notebook dan netbook cukup gemilang dengan hasil akhir di posisi empat.
"Pada tahun 2008 ke 2009, bisnis kita (Asus-red.) naik 400%, sedangkan dari 2009 ke 2010 tumbuh sekitar 200-300%," paparnya, ketika ditemui detikINET usai jumpa pers di sela Mega Bazaar Computer 2011, di JCC, Kamis (10/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kekuasaan Asus diyakini tidak berjarak terlalu jauh dengan HP. Bahkan dinilai cuma beda tipis.
"Tipis jaraknya. Target kita di tahun ini menyalip HP di posisi tiga," tegas Juliana.
Pasar notebook Indonesia hingga saat ini masih dikuasai oleh kelas mainstream, dengan pangsa pasar hingga 70%.
Di wilayah inilah para vendor berlomba-lomba meningkatkan penjualan mereka. Namun untuk bisa menggaet pasar, vendor PC harus memiliki jurus ampuh.
Sebab, pasar mainstream dikenal sebagai pasar besar dengan bermain di harga yang tak terlalu tinggi, tapi menuntut produk yang banyak fungsi.
Adapun untuk pasar global, Asus termasuk di jajaran top 3 vendor untuk segmen consumer notebook.
Vendor asal Taiwan yang memiliki sekitar 11 ribu karyawan ini pada tahun 2010 berhasil meraup pendapatan sebesar USD 10 miliar.
(ash/fyk)