Tak hanya itu, seperti diberitakan Dvice dan dikutip detikINET, Selasa (1/2/2011), raksasa chip ini pun harus menunda penjualan hingga tiga bulan lamanya.
Intel melaporkan, pihaknya telah mengidentifikasi bahwa masalah tersebut ternyata bukan berasal dari mikroprosesor Sandy Bridge itu sendiri, melainkan berasal dari port SATA di dalam chipset yang menjadi penghubung ke hard drive atau drive DVD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun chipset yang memiliki cacat hanyalah produk yang dibuat setelah tanggal 9 Januari. Intel menyebutkan, saat ini masih ada 8 juta chipset Sandy Bridge yang semula diperuntukkan bagi 500 PC.
"Konsumen yang komputernya menggunakan chipset Sandy Bridge terbaru tidak perlu panik. Anda bisa meminta penggantian, namun dalam jangka pendek Anda mungkin tidak menemukan gangguan berarti. Pada jangka pajang sekalipun, kemungkinan terjadi gangguan hanya sekitar lima persen," terang Intel.
Selanjutnya, Intel akan bekerjasama dengan semua partnernya dalam menangani modifikasi atau penggantian apabila terjadi masalah.
(rns/ash)