Kehadiran iPad yang diproduksi oleh Apple menjadi motor kebangkitan kembali teknologi tablet. Disebut kebangkitan karena teknologi ini sudah pernah diperkenalkan oleh sejumlah pihak beberapa tahun silam, namun gagal mendapat atensi publik.
Setelah iPad menjadi barang yangΒ laris manis di pasar, maka semua mata menengok ke ceruk ini. Produsen-produsen lain pun berlomba-lomba membuat tabletnya masing-masing dengan klaim keunggulan sendiri-sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2011 semua masih fokus di tablet. Yang ada adalah pilihannya makin banyak dan keragamannya membuat tablet mencapai lebih banyak orang," kata Chief Technology Officer AT&T, John Donovan, dalam sesi diskusi Consumer 360: Gadgets Everywhere and the Role of Wireless di Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas.
Saat disaksikan langsung oleh detikINET, hal senada juga diutarakan oleh Bill Ogle, Chief Marketing Officer (CMO) Motorola Mobility, Bill Ogle, yang juga menjadi panelis dalam sesi yang sama.
"Saya setuju dengan John. Dengan tablet, orang makin banyak mengkonsumsi konten. Tuntutannya sekarang adalah bagaimana bisa memindah-mindah konten secara cepat dari satu device ke device lain," tutur Ogle.
Prediksi optimistis juga dilontarkan oleh Ananda Chandrasekher, Senior Vice President Intel Corp.
"Akan ada lebih banyak tablet. Akan ada lebih banyak device di mobil Anda, di kantong Anda. Akan semakin banyak gadget pintar di pasar," demikian Chandrasekher.
Foto: Para panelis di sesi diskusi Consumer 360 CES 2011, dari kiri adalah Rajeev Chand (moderator), Robert Stephens (Best Buy), John Donovan (AT&T), Bill Ogle (Motorola), Ananda Chandrasekher (Intel).
(arp/rou)