Aron Embry, demikian nama pria tersebut, awalnya akan berangkat kerja dan melakukan panggilan telepon. Sialnya, di tengah-tengah perbincangan, Droid 2 itu sekonyong-konyong meledak dan melukai dirinya.
Embry pun panik melihat darah berceceran, lalu dia berkendara menuju tempat kerja istrinya. Di sana, dia menjepret luka tersebut dengan kamera sebagai bukti ledakan yang dialami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaca di bagian speaker Droid 2 tersebut rusak, namun kondisi ponsel masih utuh. Ledakan ini sungguh tidak disangka, karena smartphone Android tersebut baru saja dibeli dua hari sebelumnya.
Mengingat perawatan di rumah sakit menghabiskan biaya sebesar USD 4000, Embry pun ingin pihak Motorola mengganti uang medis tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum untuk mendapatkannya.
Sementara itu, pihak Motorola menyatakan, keselamatan konsumen adalah prioritas tertinggi dan mereka akan menghubungi Embry untuk melakukan investigasi. Biasanya ledakan ponsel berasal dari masalah baterai, namun dalam kasus ini baterai dalam keadaan utuh.
(fyk/rns)