Sebagai informasi, Google memiliki sistem pembayaran bagi para pengembang aplikasi Android bernama Google Checkout. Sistem ini mengharuskan para pengembang untuk mendaftarkan diri sebelum menjual aplikasi mereka di Android Market.
Sayangnya nama Indonesia belum terdaftar dalam Google Checkout. Hal ini membuat para pengembang aplikasiΒ Android lokal kesulitan jika ingin menjual produknya. Akibatnya Indonesia hanya bisa membeli, tanpa bisa menjual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Ibnu mengaku bukan berarti pengembang aplikasi android di Indonesia tidak bisa menjual aplikasinya sama sekali. Dirinya mengakali kendala tersebut dengan mendaftarkan produk buatannya dengan alamat luar negeri.
"Kendalanya cuma di alamat saja. Harus diakali dengan nitip alamat di negara yang masuk dalam listnya Google," ungkapnya.
Disinggung apakah para pengembang aplikasi Android pernah meminta Google untuk membuka diri di Indonesia, Ibnu mengaku dirinya sempat melayangkan surat ke pihak Google.
"Kapannya ngga tau. Tapi Google memang baru buka beberapa negara lagi. Apakah Indonesia termasuk ke dalam negara-negara yang akan masuk ke dalam list? Saya tidak tahu," tukasnya.Β (afz/fw)