Managing Director, Imaging and Printing Group HP Indonesia Mulia Dewi Karnadi menyebutkan keunggulan mencolok dari kedua printer ini. "Yang jelas hemat energi dan ramah lingkungan. Konsumsi listriknya lebih kecil dari seri sebelumnya, bahan kemasan printer 99 persen dapat didaur ulang dan penggunaan tinta lebih efisien," ujar Dewi usai acara peluncuran bertempat di hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (23/8/2010) malam.
Untuk menjelaskan betapa hematnya konsumsi energi kedua printer tersebut, Dewi menjelaskan bahwa dalam mode aktif, konsumsi listrik printer hanya sembilan watt, saat standby 2,3 watt, keadaan sleep 1,2 watt dan pada saat dimatikan 0,3 watt. "Jauh lebih hemat dari kebanyakan printer yang pada mode aktif bisa memakai energi 80 sampai 100 watt," kata Dewi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewi enggan menyebutkan dengan gamblang soal target penjualan kedua produknya ini. Namun sebagai gambaran, dia menyebutkan saat ini di Indonesia terdapat sekitar 70 juta rumah tangga, 41 juta rumah tangga di antaranya tergolong berpenghasilan memadai dan punya kemampuan untuk membeli perangkat printer. "Nah, 41 juta household ini lah yang menjadi target market kita," tutupnya.
(rns/ash)