Senin, 02 Agu 2010 15:06 WIB

BlackBerry Diblokir di Indonesia? Bukan Tidak Mungkin!

- detikInet
Jakarta - Dua negara Timur Tengah, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, bakal memblokir sejumlah fitur layanan BlackBerry di negaranya dengan alasan keamanan nasional. Lalu bagaimana di Indonesia? Ternyata, hal serupa juga bisa saja diberlakukan.

Demikian diungkapkan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi kepada detikINET, Senin (2/8/2010).

Menurutnya, pembatasan layanan atau pemblokiran BlackBerry bisa saja dilakukan di Indonesia jika Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry masih keukeuh dengan sikapnya yang enggan untuk membangun server di Tanah Air.

"Concern beberapa negara soal keamanan internet dan email BlackBerry sama dengan Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin kalau BlackBerry tidak buka server di sini, juga sama nasibnya (diblokir-red.)," tegas Heru.

Hanya saja, lanjutnya, posisi pemerintah saat ini masih belum membahas dengan jelas soal isu tersebut. Cuma setidaknya, dengan sikap yang diambil oleh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, membuat Indonesia lebih aware dengan kondisi yang ada sekarang.

"Kita kan tidak tahu apakah data-data yang dikirimkan tersebut apakah dibaca atau tidak oleh pihak ketiga," tukas Heru.   

Pemerintah sendiri sejatinya sudah sejak tahun lalu mendesak RIM untuk membuka perwakilan resmi dan membangun servernya di Indonesia. Apalagi pasar BlackBerry di Indonesia bukanlah kacangan, namun memiliki pengguna yang cukup besar di dunia.

"Soalnya untuk server itu akan membuat tarif layanan BlackBerry menjadi lebih murah. Jadi bukan tidak mungkin kita mengambil langkah yang sama, karena desakan kita sudah dari tahun lalu, yaitu untuk membangun server dan buka perwakilan resminya," pungkasnya.

Pemblokiran

Sebelumnya, sejumlah fitur BlackBerry yang diblokir di Uni Emirat Arab antara lain: email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. Sedangkan Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instan di BlackBerry.

Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat ponsel smartphone besutan Research in Motion (RIM) dari Kanada itu. Sebab, BlackBerry menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.

UEA akan mulai memblokir fitur layanan tersebut mulai Oktober 2010. Sedangkan Arab Saudi akan mulai menerapkan larangannya akhir Agustus ini.

Abdulrahman Mazi, salah satu petinggi dewan dari operator BUMN Saudi Telecom, mengakui keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.

(ash/wsh)