iPhone 4 yang begitu dinantikan kehadirannya resmi dipasarkan bulan lalu. Namun setelah sampai dalam genggaman konsumen, smartphone terbaru dari Apple ini diketahui memiliki 'cacat'. Yakni, fungsi antena iPhone yang tidak bekerja dengan baik.
Apple kemudian mengakui adanya masalah software berkenaan dengan fungsi antena dan berjanji akan menyediakan update untuk 'menambal' kekurangan tersebut. Namun nasi telah menjadi bubur, kekecewaan para konsumen ini sampai ke telinga Consumer Reports, sebuah organisasi nonprofit yang cukup berpengaruh di Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dirilis Consumer Reports merupakan publikasi yang menjadi acuan para konsumen. Hal ini bisa berdampak pada penjualan iPhone 4," kata Shaw Wu, analis dari Kaufman Bros.
Dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (14/7/2010), mulai kemarin, saham Apple di Nasdaq turun 1% pada angka US$ 257,06. Kondisi ini juga diperburuk dengan munculnya gugatan para pengguna iPhone terhadap Apple dan AT&T sejak 2007 yang resmi memperoleh status class action.
Sejak itu, saham Apple selalu bergerak di bawah harga rata-rata pergerakan mereka selama kurun waktu 50 hari terakhir, merosot sebanyak 4,2% menjadi US$ 246,43. Mereka mengalami kerugian untuk perdagangan 2% lebih rendah yakni US$ 252,19. (rns/wsh)