Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BlackBerry-iPhone Bersaing Pikat Kalangan Bankir

BlackBerry-iPhone Bersaing Pikat Kalangan Bankir


- detikInet

Jakarta - Dua model ponsel pintar yang saat ini sedang merajai pasar ponsel dunia, BlackBerry dan iPhone, bersaing ketat untuk memikat para pelaku industri perbankan. Ada apa gerangan?

Persaingan ini rupanya untuk memperebutkan posisi sehingga dipilih menjadi alat komunikasi yang mampu menyokong bisnis atau pekerjaan para bankir tersebut.

Di Standard Chartered Bank Inggris misalnya, standar alat komunikasi yang digunakan para karyawannya dialihkan dari BlackBerry menjadi iPhone. Langkah ini pun dianggap mengilhami ribuan bankir lainnya untuk beralih menggunakan perangkat Apple tersebut untuk menjalankan komunikasi bisnis ketika bepergian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu bankir Standard Chartered di Asia menyebutkan bahwa bank yang berpusat di London ini memberikan opsi kepada para pengguna BlackBerry di perusahaannya untuk beralih ke iPhone. Perusahaan juga setuju untuk tetap membayar tagihan bulanan telepon terkait bisnis dan layanan data.

"Ini merupakan inisiatif luas yang melibatkan seluruh nasabah perusahaan besar dan konsumen bank secara global," ujar juru bicara Standard Chartered di Singapura yang menolak disebutkan namanya, dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (18/5/2010).

Ditambahkannya, proses migrasi layanan email dari Blackberry ke iPhone di Bank Standard Chartered sebenarnya sudah dimulai sekitar sebulan lalu. Namun dia mengaku tidak tahu jumlah pengguna Blackberry di bank yang memiliki 75.000 karyawan itu. Selain itu, ia juga tak mengetahui kapan target waktu peralihan tersebut rampung.

Sementara itu, bankir di perusahaan keuangan lainnya seperti HSBC Holdings Plc dan Morgan Stanley, sejauh ini masih tetap menggunakan BlackBerry sebagai perangkat standar komunikasi bisnis yang disarankan perusahaan mereka. Kendati demikian, ada sejumlah indikasi untuk bermigrasi ke perangkat lain.

Seorang analis industri teknologi Lu Chialin berkomentar, jika ada lebih banyak perusahaan yang beralih ke iPhone, ini akan menjadi kabar buruk bagi Research In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry.

"Namun membutuhkan waktu lama bagi perusahaan untuk melakukan pengujian internal perusahaan, sebelum memutuskan untuk berubah. Jadi, perlu waktu sebelum nantinya akan berpengaruh terhadap RIM," pungkasnya.
(ash/ash)





Hide Ads