Tentunya ini baru sebatas rencana pengembangan ke depan yang akan dilakukan salah satu raksasa teknologi informasi tersebut. Pihak Google pun mengakui, rencana ini tidak akan mudah diwujudkan.
Franz Och, kepala layanan penerjemah Google mengatakan, mereka kini sedang bekerja untuk mengkombinasikan mesin penerjemah dan pengenal suara yang memiliki keakuratan tinggi. "Kami yakin penerjemahan speech-to-speech akan mungkin dan bekerja cukup baik dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya optimistis, seperti dilansir detiKINET dari Daily Mail, Senin (8/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Och, kendala-kendala itu akan bisa diatasi dengan kemampuan software untuk mempelajari variasi bahasa pengguna. "Pengenalan bahasa harusnya akan lebih efektif pada ponsel karena benda itu sifatnya pribadi," ujarnya.
Meski demikian, para pakar cenderung pesimistis dengan rencana Google. David Crystal, profesor bahasa di Bangor University, mengatakan masalah utama adalah soal kecepatan bicara dan variasi aksen. "Belum ada sistem yang sanggup mengatasi hal itu saat ini," ia menegaskan.
(sha/wsh)