"Tahun lalu ponsel yang kami rilis tak sampai 10 seri," ujar Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communication Indonesia di sela peluncuran ponsel terbarunya di X2 Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2010)
Meski tak mau menyebutkan berapa persen pangsa pasarnya di Indonesia, namun ia optimistis apa yang ditargetkan LG bisa tercapai berkat membaiknya perekonomian Indonesia yang turut meningkatkan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait perjanjian perdangan bebas Asean-China (AC-FTA), hal tersebut dinilai LG tak akan berpengaruh terhadap penjualan ponselnya.
"Bea masuk terhadap produk ponsel sudah 0% sejak beberapa tahun terakhir. Meski ada FTA, produk ponsel tidak akan berpengaruh," jelas Usun.
Usun juga mengklaim produsen elektronik asal Korea Selatan itu tak pernah mengalami kesulitan dalam mengimpor barang di bea cukai. "LG selalu mengikuti peraturan yang ada," pungkasnya. (rou/faw)