Nokia sendiri saat ini sudah membuka layanan pre-order komputer jinjing tersebut untuk wilayah Inggris. Harga yang dipatok masih terbilang tinggi, yakniΒ 650 poundsterling atau setara dengan Rp 9,9 juta.
Pun demikian, bagi sebagian pihak, kabar tersebut masih dianggap tak lebih dari sekadar spekulasi. Mereka pun sangsi bahwa Booklet 3G akan benar-benar hadir di awal tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar saja, jika rata-rata laptop diperkuat oleh 6 sel baterai, tidak begitu dengan Booklet 3G. Sebab, netbook ini dijejali dengan 16 sel baterai, sehingga tak heran kalau bisa tahan hingga 12 jam tanpa terhubung sumber listrik.
Fitur lain yang dimiliki Booklet 3G lainnya adalah disematkan sistem operasi Windows 7, memiliki prosesor Intel Atom Z530 1.6 GHz, berlayar 10,1 inch, memori 1 GB, konektivitas 3G, hardisk 120 GB, webcam 1,3 mega piksel dan lainnya.
Untuk Indonesia sendiri, Country Manager Nokia Indonesia Bob McDougall masih enggan membocorkan bagaimana status Booklet 3G di Indonesia. Apakah juga akan disambangi, dan kapan akan datang?
Bob hanya beralasan, vendor ponsel terbesar asal Finlandia tersebut saat ini masih dalam proses investigasi untuk melihat peluang pemasaran Booklet 3G di pasar Asia Pasifik dan Asia Tenggara. (ash/faw)