Turunnya harga smartphone ini dipicu oleh meningkatnya jumlah pengiriman smartphone karena tingginya permintaan konsumen. Jika di tahun 2007 hanya sekitar 18 persen smartphone yang ditawarkan pada harga di bawah US$200, di tahun 2014, diprediksikan jumlah smartphone murah akan semakin menjamur.
"Manufaktur melihat adanya peningkatan permintaan smartphone, karena pemahaman konsumer yang lebih baik akan nilai yang ditawarkan smartphone," ujar Kevin Burden, ABI Mobile Devices Practice Director, penyelenggara studi tersebut, seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Senin (2/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di waktu mendatang, diprediksikan harga smartphone dengan harga ponsel konvensional tidak akan terpaut jauh. Oleh karena itu, produsen ponsel harus bisa mengakomodasi dua kelompok konsumer ini, dimana kelompok yang satu murni menginginkan ponsel sebagai perangkat basik dan kelompok yang lain lebih peduli pada apa yang ditawarkan sistem operasi dalam handset tersebut.
"Mungkin kita tidak pernah menjumpai sebuah smartphone dengan harga US$30. Namun seiring berjalannya waktu, smartphone akan mengambil peran penting dalam pasar handset mainstream," tandas Burden. (faw/fyk)