Survei tersebut merupakan proyek dari Kementerian Riset dan Teknologi. Kemal Prihatman, Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan TI Ristek mengatakan, meski ini merupakan program besutan Ristek, namun mereka tidak bekerja sendiri. Namun dibantu oleh lembaga ketiga seperti pihak kampus dan swasta.
Kemal mengakui bahwa untuk menyelesaikan survei tersebut bukan pekerjaan yang mudah dan cepat. Pasalnya, banyak aplikasi yang harus dievaluasi. "Bukan hanya software yang biasa digunakan sehari-hari saja, tapi juga software yang digunakan di belakang untuk menunjang perangkat tertentu," tukasnya, di sela jumpa pers yang berlangsung di gedung BPPT, Jakarta, Kamis (5/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ristek memang menjadi salah satu lembaga pemerintah yang paling gencar mengkampanyekan penggunaan software Open Source di Tanah Air. Sementara lembaga pemerintah lainnya, rasanya masih sulit untuk keluar dari 'nyamannya' software proprietary.
"Open Source bukan hanya masalah menggunaan software secara gratis, tapi juga be freedom untuk memutuskan apa yang ingin kita pakai ataupun yang tidak," Kemal menandaskan.
(ash/wsh)