Niat tersebut ditegaskan Presiden ZTE untuk Region Asia Pasifik, Kevin Cui Yi dalam keterangannya di kantor pusat ZTE di Shenzen, China. Kevin mengatakan pihaknya berniat untuk sesegera mungkin masuk ke pasar Indonesia dengan produk-produk handset yang kelasnya lebih tinggi dari handset ZTE yang sudah dipasarkan. "Kami akan akan mulai masuk ke produk yang ber-level middle phone," katanya, Kamis (25/9/2008).
Produk-produk handset tersebut dijamin akan memiliki fitur lebih kaya daripada fitur standar yang saat ini dipasarkan ZTE. Beberapa di antaranya bahkan sudah dilengkapi dengan akses untuk 3G. Hanya saja untuk pemasaran, Cui Yi mengaku belum berniat melepas ZTE sebagai independent brand. "Kami masih akan bekerjasama dengan operator," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun eksistensi mereka lebih dikenal melalui produk handset yang dipasarkan secara co-branding dengan operator seluler, terutama CDMA. Produk-produk co-branding tersebut umumnya berjenis low end, berharga murah dengan fitur-fitur yang minimal juga. (tbs/wsh)