Bagaimana Opera menghadapi itu? Simak lanjutan wawancara detikINET dengan CEO Opera Jon Stephenson von Tetzchner, via e-mail, Selasa (9/9/2008) berikut ini:
Google juga akan membuat sebuah browser untuk platform Android Mobile, bagaimana strategi Opera menghadapi itu?
Sebenarnya, pada April 2008, Opera telah mengenalkan preview teknis Opera Mini pada platform Android. Kami mengundang komunitas pengembang Android untuk menguji hasil pengembangan terbaru dan memberikan umpan balik mereka pada Opera untuk versi beta yang akan datang. Opera Mini untuk Android akan memberikan pengalaman web yang berkinerja cepat dan adaptif pada perangkat apapun yang berbasis Android.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google Chrome tersedia dalam Bahasa Indonesia, apakah Opera akan melakukan hal yang sama?
Ya. Kami pasti akan menyiapkan Opera dalam Bahasa Indonesia. Tunggu saja kabar berikutnya soal hal ini dalam waktu dekat.
Kode penyusun Chrome bersifat Open Source. Secara teori, apakah Opera bisa memanfaatkan fitur yang ada di Chrome dengan memanfaatkan kode tersebut?
Saat ini, Opera tidak punya rencana untuk Open Source. Kami pendukung Open Source, tapi fokus kami adalah pada standar web yang terbuka.
Dengan Open Standard, akan menjamin pengguna memiliki kebebasan dan pilihan untuk mengakses seluruh web dan pengembang bisa secara terbuka melakukan pengembangan terhadap web, bukan hanya untuk platform tertentu saja. Ini akan membuka web untuk semua orang.
(Simak juga bagian pertama wawancara ini di detikINET)
(wsh/dwn)