Program ini merupakan sebuah sarana bagi mahasiswa baik di Indonesia maupun di seluruh dunia untuk mengunduh software gratis yang disediakan Microsoft. Total sudah ada 56 negara yang menjalankan program ini.
Tony Chen, Presiden Direktur Microsoft Indonesia mengatakan, sekitar 10 software untuk pengembangan dan desain disediakan lewat DreamSpark. Software tersebut antara lain Visual Studio 2008, Expression Studio, Expression Web, Windows Server 2003, SQL Server, Game Studio 2.0 serta lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tak sembarang mahasiswa bisa mengikuti program ini. Sebab, kampus tempat si mahasiswa bernaung harus mengajukan pendaftaran terlebih dahulu. Untuk pendaftaran dan verfikasi member, Microsoft menunjuk ITB dan Aptikom sebagai Identity Provider.
Di Indonesia sendiri, Microsoft sudah membuat kesepakatan dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan akses DreamSpark ini. Mereka adalah ITS, Atmajaya, Universitas Gajah Mada, Gunadarma, Bina Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Parahyangan, Universitas Brawijaya serta Universitas Indonesia.
Pun demikian, implementasi dari DreamSpark ini tidaklah mudah dan memakan waktu. Tergantung dari komitmen dan infrastruktur yang dimiliki kampus tersebut. Tony Seno, National Technology Office Microsoft Indonesia menjelaskan, masa implementasi bisa memakan waktu antara setengah sampai satu tahun, itu pun untuk kampus-kampus yang telah siap. "Namun di suatu negara ada yang implementasinya hanya memakan waktu 3 minggu sampai 3 bulan," imbuhnya.
Jika sudah bisa diimplementasikan, para mahasiswa selanjutnya sudah bisa mengunduh software-software gratis ini melalui www.dreamspark.com. Caranya, tinggal login saja. Namun, tentu bagi mereka yang akses bandwidth internetnya terbatas, harus sabar-sabar menanti hasil pengunduhan.
Diskusikan tentang Windows dan aplikasi di bawahnya di detikINET Forum. (ash/dwn)