Pendapatan Telkomsel Turun, Laba Telkom Merosot

Pendapatan Telkomsel Turun, Laba Telkom Merosot

- detikInet
Jumat, 01 Agu 2008 08:07 WIB
Jakarta - Laba bersih Telkom pada semester I 2008 ini merosot 4,94% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Ternyata, hal itu dipicu turunnya pendapatan Telkomsel, anak usaha selulernya.

Telkom cuma membukukan laba bersih Rp 6,29 triliun pada semester ini. Padahal, dibanding semester I 2007 BUMN telekomunikasi itu berhasil meraih Rp 6,63 triliun

"Penurunan laba dipicu antara lain merosotnya pendapatan dari layanan seluler anak perusahaan Telkomsel," kata Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, seperti dikutip detikINET, Jumat (1/8/2008) dari hasil paparan kinerja keuangan Telkom kuartal II 2008.

Meski dari sisi jumlah pelanggan Telkomsel mencatat kenaikan 22% menjadi 52,4 juta nomor seluler dari sebelumnya 42,8 juta. Penurunan pendapatan Telkomsel sebagai konsekuensi dari turunnya tarif layanan selama semester I 2008. Tarif percakapan suara turun sebesar 30%, sedangkan tarif pesan pendek (SMS) terjun bebas 70%.

Layanan seluler yang selalu menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan, pada semester I 2008 hanya tercatat Rp 778 miliar atau mengkontribusi sekitar 7%. Sedangkan layanan data dan internet melonjak jadi Rp 1,03 triliun atau memberi kontribusi hingga 16% terhadap pendapatan.

"Sementara penyumbang pendapatan terbesar yaitu jasa jaringan yang melonjak 13 persen, dan layanan jasa telekomunikasi lainnya sebesar 55 persen," sebut Rinaldi.

Selama enam bulan pertama ini Telkom berhasil meningkatkan pendapatan hingga 6% menjadi Rp 30,2 triliun dari sebelumnya Rp 28,5 triliun. Namun menurut Rinaldi, hal itu tidak cukup untuk menutup penurunan laba perusahaan.

Imbas Interkoneksi

Turunnya pendapatan Telkomsel disebut-sebut sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif interkoneksi sejak 1 April 2008 lalu. Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja menimpali, perang tarif antaroperator akibat penurunan interkoneksi tersebut salah satu pemicu menurunnya pendapatan hampir seluruh operator.

Imbasnya, bagi Telkomsel, pendapatan layanan pascabayar Kartu Halo merosot 15%, sedangkan pendapatan dari jasa SMS turun hingga 26%. "Pangsa pasar Telkomsel menurun, karena memang karakteristik pasar seluler saat ini berbeda dengan periode-periode sebelumnya," tutur Kiskenda.

Sementara, menurut Rinaldi, biaya operasional yang meningkat sekitar 15% dari Rp 15,5 triliun menjadi Rp 17,7 triliun dipengaruhi melonjaknya pos biaya operasional dan perawatan jasa telekomunikasi, biaya depresiasi, biaya pemasaran dan biaya gaji karyawan.

Meningkatnya biaya perawatan dan operasional layanan telekomunikasi sejalan dengan dengan bertambahnya jumlah menara radio pemancar base transceiver station (BTS) baik layanan dengan teknologi GSM maupun berbasis CDMA.

"Beban BHP (biaya hak penggunaan) frekuensi yang nilainya mencapai Rp 380 miliar selama semester I 2008 juga menurunkan laba perusahaan, selain juga tingginya biaya marketing produksi yang bisa mencapai 47 persen," kata Rinaldi.

Meski begitu, lanjutnya, penurunan laba usaha selama semester I 2008 akan dapat ditutupi dengan peningkatan kualitas seluruh layanan. "Ada saatnya penurunan seluler karena ada penyesuaian tetapi orientasi dari Telkom adalah memberikan layanan yang mendahulukan kualitas," katanya lagi.

Internet Melonjak

Walaupun layanan seluler sedang mengalami tren penurunan, namun pendapatan dari layanan data dan internet melonjak dengan jumlah pelanggan mencapai 392 ribu satuan sambungan layanan (SSL) naik 135% dibanding 167 ribu SSL semester I 2007.

Demikian halnya dengan layanan telepon nirkabel area terbatas Flexi. Selama Juni 2008 telah mencapai 7,4 juta nomor atau naik 45% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 5,1 juta nomor.

"Kami menargetkan jumlah pelanggan TelkomFlexi hingga akhir tahun bisa mencapai 9,4 juta nomor atau ada tambahan pelanggan hingga dua juta nomor, sedangkan pelanggan internet diharapkan bisa mencapai 950 ribu SSL," pungkas Rinaldi.

Punya unek-unek seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan di detikINET Forum. (rou/dwn)