Selasa, 15 Jul 2008 18:03 WIB

ZTE Ingin Saingi Nokia di Pasar Low End

- detikInet
Jakarta - Produsen handset asal China, ZTE, tertarik ingin ikut mereguk bisnis ponsel kelas bawah (low-end) meskipun harus bersaing dengan Nokia di segmen bisnis tersebut.

"Segmen low-end penting untuk bisnis volume. Itu sebabnya pemain besar seperti Nokia masih mengandalkan segmen low-end," Managing Director PT ZTE Indonesia, Nolan A. Fan, menegaskan dalam jumpa pers di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (15/7/2008).

Salah satu upayanya untuk merebut pasar low-end ialah dengan memasarkan ponsel dengan harga murah di tiap kelasnya. Dalam kesempatan ini ZTE meluncurkan ponsel dual mode on GSM-CDMA ZTE tipe H520.

"Dengan harga cuma Rp 888 ribu, handset H520 yang bisa on GSM-CDMA berbarengan ini merupakan yang paling murah di kelasnya," klaim Nolan sambil menyebut kisaran harga ponsel fungsi ganda dual mode di atas Rp 1 juta.

Selain soal harga, hal terpenting lainnya untuk bisa bersaing ialah ketersediaan pusat pelayanan dan jaringan distribusi yang baik. ZTE mengklaim telah memenuhi hal itu karena telah memiliki 30 service center dan 60 collecting center untuk masalah layanan pelanggan. Sementara untuk jalur distribusi, ZTE mempercayakannya kepada Sky Mobile.

Obrolkan ponsel favoritmu di detikINET Forum
(rou/wsh)