Sementara untuk pembelian saham SingTel di Telkomsel, menurut Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng, pihaknya belum menyediakan dana.
"Kita tidak prepare, karena tidak yakin dijual (oleh SingTel). Yang kita beli adalah saham publik, kita beli sebagian," kata Tanri Abeng disela-sela IRIF 2008 di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (26/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan itu diberikan terkait upaya banding yang ditempuh Temasek cs atas putusan KPPU yang menyatakan mereka bersalah melanggar UU no 5 tahun 1999 tentang larangan monopoli dan praktek usaha tidak sehat. Keputusan itu diberikan terkait kepemilikan silang Temasek di 2 perusahaan telekomunikasi Indonesia.
Temasek melalui dua anak usahanya yakni Singtel dan Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. (STT) memiliki saham di dua perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Singtel saat ini memiliki 35 persen saham di Telkomsel, sementara STT menguasai 41,94 persen saham Indosat. Sisa saham Telkomsel kini dimiliki oleh Telkom.
Tanri mengaku siap seandainya SingTel akhirnya memutuskan untuk menjual sahamnya di Telkomsel. "Kalau dia mau jual kita mau beli. Kita punya hak, tapi saya nggak yakin dia mau lepas, barang bagus itu," cetusnya.
Menurutnya, jika memang SingTel mau menjual, maka Telkom yang berhak pertama kali untuk membelinya.
"Kalau benar dijual, bukan lagi mau, tapi kita berhak untuk beli. 35% sahamnya kan musti Telkom dulu yang beli itu. Pasti dibeli kalau dijual, tapi siapa bilang dia mau jual?" imbuhnya.
Mantan Menneg BUMN ini juga menegaskan, Temasek sama sekali tidak bisa memberikan kontrol terhadap Telkomsel. Kontrol di operator seluler itu tetap ada di tangan Telkom.
"Belum tentu dia kontrol dua. Jelas dia tidak kontrol Telkomsel. Jadi kalau fair, dia hanya kontrol satu. Kalau dikatakan dia kontrol Telkomsel, jelas menghina saya karena saya Komut (Komisaris Utama) Telkom, yang kontrol Telkomsel. Saya marah kalau ada yang ambil kontrol Telkomsel," tegasnya lagi.
Telkom kini sedang fokus pada pembelian kembali sahamnya. Aksi korporasi itu didasarkan keyakinan bahwa harga saham Telkom akan terus meningkat kedepannya.
Jika dimungkinkan, Telkom akan membeli lagi saham publik hingga Rp 10 triliun pada tahun 2009. Telkom akan minta izin dari pemegang saham untuk aksi ini.
"Jadi mungkin tahun depan kita minta lagi pemegang saham untuk beli lagi. Mungkin kalau beli Rp 10 triliun, kan setengah persen," pungkasnya.
Mau curhat atau sekadar menyampaikan uneg-uneg soal operator di Indonesia? Sampaikan di detikINET Forum. (qom/dwn)