Dirut Finnet Budi Siswanto Mulyadi menilai upaya tersebut sebagai bentuk keseriusan BUMN telekomunikasi ini menggarap potensi bisnis transaksi keuangan berbasis elektronik.
"Bisnis Smart Card memiliki peluang besar karena sekitar 80 persen transaksi perdagangan masih melalui uang tunai, sedangkan sisanya menggunakan kartu kredit," ujarnya di sela jumpa pers Telkom di Grha Cipta Caraka, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Finnet mengembangkan Finnet Mobile EDC yang memungkinkan semua pengguna seperti bank, jasa transportasi, merchant, serta institusi pendidikan, dapat memaksimalkan kartu yang diterbitkan dalam mempermudah serta meningkatkan daya saing bisnisnya.
"Solusi ini bermanfaat bagi perusahaan, serta meningkatkan peluang bisnis dan fee based income, menumbuhkan loyalitas pelangan. Sedangkan bagi konsumen, transaksi lebih mudah, cepat dan lebih nyaman," katanya.
Ia menjelaskan, pengguna layanan Smart Card lebih banyak diadopsi perusahaan jasa transportasi yang mencapai 85 persen, sedangkan 15 persen lainnya masih dalam jasa pembayaran perdagangan.
"Kita sedang mengembangkan kerjasama aplikasi kartu pembayaran jalan tol PT Jasa Marga, juga sedang menjajaki kerjasama dengan TransJakarta dalam pengadaan kartu penumpang," katanya.
Sejak akhir 2007, Finnet telah menerbitkan sekitar 25.000 kartu untuk TransJakarta, di mana 10.000 kartu telah digunakan oleh Bank DKI untuk JakCard dengan jumlah transaksi mencapai 70.000 selama empat bulan
terakhir.
Rencananya pada 2008 ini, menurut Budi, pihaknya akan membidik Koridor I TransJakarta yang jumlah transaksinya mencapai 120.000 transaksi per hari.
Finnet mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 30 miliar pada 2008 ini. Dengan alokasi tersebut, nantinya diharapkan dapat memberi kontribusi 30 persen untuk pendapatan perseroan. (rou/wsh)