Namun, Steve Jobs, CEO Apple, mengaku tak akan membebaskan hasil kreasi para developer lepasan untuk dapat langsung terpasang di iPhone sepenuhnya. Hasil kreasi software dari para developer tersebut akan diperiksa dengan teliti sebelum digunakan.
"Hal ini akan menguntungkan pihak developer. Harapannya adalah orang akan berpikir bahwa iPhone lebih berharga, sehingga akan membelinya. Ini bukan proyek open source, ini proyek yang berorientasi profit," ujar Jobs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk menjalankan program ini di iPhone sesungguhnya, para developer harus mendaftar sebesar USD 99 dolar atau sekitar Rp 900 ribu. Dengan pendaftaran ini, Apple dapat melacak siapa si pembuat program tersebut, untuk mengantisipasi adanya aplikasi berbahaya. Piranti pengembangan software ini akan diluncurkan sebagai bagian dari upgrade iPhone 2.0. (dbu/dbu)