Tokyo -
Selama beberapa waktu, Sony Corp. sempat terbuai dengan kesuksesannya menjual televisi
high quality model lama sehingga tidak menyadari betapa cepatnya perkembangan TV layar datar. Alhasil, perusahaan asal Jepang ini pun tertinggal dari para rivalnya dalam teknologi
liquid crystal display (LCD) dan plasma
display panel.
Hal ini pula yang menyebabkan pendapatan Sony sempat keteteran selama beberapa tahun. Untungnya, di bawah kepemimpinan Howard Stringer, chief executive asal Amerika Serikat, Sony mampu bangkit dan terus mengejar ketertinggalannya.
Nah, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Sony dikabarkan coba melancarkan strategi yang berbeda. Yaitu dengan menggandeng pesaingnya untuk bekerja sama. Salah satu pesaing Sony yang bakal digandeng adalah Sharp Corp, dengan membuat joint venture.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip
detikINET dari Seattletimes, Rabu (26/2/2008), dalam joint venture ini, Sony tak segan-segan mengucurkan dana segar lumayan besar, yakni mencapai US$926 juta atau sekitar Rp 8,5 triliun untuk membuat pabrik yang memproduksi flat panel TV LCD.
(ash/ash)