Ancaman boikot pun kian lantang disuarakan banyak pihak yang menentang penutupan pabrik dan rencana pemecatan 2.300 karyawan yang bekerja di perusahaan asal Finlandia tersebut.
"Boikot Nokia!" seru Dietmar Muscheid, kepala regional Konfederasi Serikat Pekerja Jerman. seperti dikutip detikINET dari MSNBC, Sabtu (19/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Muscheid tak sendirian. Serikat Pekerja itu pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Jerman dengan bergabung dalam gerakan boikot setelah perusahaan ponsel tersebut mengumumkan penutupan pabriknya.
Menteri Pertanian Jerman, Horst Seehofer mengungkapkan, bahwa dia akan beralih ke merek ponsel lain setelah kejadian ini. "Aku tidak menyukai apa yang telah mereka (Nokia-Red) lakukan," seperti dilansir Deutche Presse-Agenture.
Sementara di lain pihak, Sekretaris Menteri Ekonomi Jerman, Hartmut Schauerte mengaku tengah mempersiapkan pertemuan dengan manajemen puncak Nokia untuk membahas masalah penutupan pabrik tersebut.
Nokia saat ini masih merupakan produsen ponsel terbesar di dunia, khususnya di Indonesia, dengan penguasaan pasar sekitar 40%.
(rou/rou)