Jakarta -
Nokia mulai mengambil ancang-ancang untuk menutup pabriknya di Bochum, Jerman pada pertengahan tahun ini. Sekitar 2.300 orang karyawannya di Jerman terancam kehilangan pekerjaan. Langkah ini diambil Nokia karena alasan penghematan biaya seiring makin ketatnya kompetisi di pasar ponsel.
PCWorld yang dikutip
detikINET, Kamis (17/1/2008) melansir, Nokia juga akan menutup bisnis otomotifnya di Jerman. Produsen ponsel sejuta umat itu saat ini juga tengah bernegosiasi dengan Sasken Technologies untuk menjual unit riset dan pengembangan software Nokia yang berbasis di Bochum.
Nokia mengatakan pabriknya di Bochum secara global tidak kompetitif. Tambahan investasi pun, menurut Nokia, tidak akan membuat pabrik tersebut mampu bersaing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veli Sundbck, Executive Vice President Nokia, mengatakan perubahan pasar dan adanya kebutuhan untuk menghemat biaya membuat produksi ponsel di Jerman tak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan. "Pabrik ini tidak bisa dioperasikan lagi untuk memenuhi kebutuhan efisiensi
cost dan peningkatan kapasitas. Karena itu kami harus membuat keputusan seperti ini," papar Sundbck.
Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) ini, Nokia menyatakan akan bernegosiasi dengan para wakil karyawan untuk mencari solusi yang bisa memuaskan kedua belah pihak.Β
(dwn/dwn)