Negroponte menegaskan bahwa Intel sama sekali tidak memberikan kontribusi ke proyek OLPC. Intel, menurut Negroponte, juga terlambat bergabung dengan proyek tersebut.
"Kami di OLPC sangat kecewa melihat Intel tidak bisa memenuhi janji yang mereka buat ketika mereka bergabung dengan OLPC. Padahal kami berharap bisa mewujudkan hubungan kolaboratif yang positif, namun tidak pernah terwujud," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Mongolia-red]," papar Negroponte.
Negroponte menegaskan bahwa Intel bersikeras bahwa produknya bisa berjalan di laptop XO, padahal kenyataannya Intel tidak melakukan pengembangan software. Satu-satunya yang sudah dilakukan Intel, menurut Negroponte, adalah soal saran harga.
Negroponte juga menyesalkan taktik klasik yang dilakukan Intel ketika mundur dari proyek OLPC. "Pengunduran diri itu diumumkan seorang diri oleh Intel, yang mengeluarkan pernyataan ke pers tanpa sepengetahuan kami, dan meminta kami membuat pernyataan bersama dengan mereka," tandasnya.
Beda Misi
Negroponte mengatakan OLPC dan Intel memiliki misi yang berbeda. "Misi proyek OLPC adalah anak-anak, tetapi Intel menganggap mereka [anak-anak-red] sebagai pasar," jelasnya, seperti dikutip detikINET dari Vnunet, Rabu (9/1/2008).
Seperti diketahui, Intel telah memproduksi Classmate PC sebagai bagian dari program Intel World Ahead yang ditujukan untuk negara berkembang. Selain digunakan dalam donasi secara gratis, Classmate rencananya juga akan dimanfaatkan Intel untuk dikomersilkan.
Karena itu, Intel dan Negroponte terlibat persaingan dalam memasarkan program laptop 'murah' mereka di negara berkembang. Terlebih lagi, laptop besutan Negroponte 'dipersenjatai' dengan prosesor AMD yang notabene adalah pesaing utama Intel.
Sebelum bergabung dengan OLPC, Intel dan Negroponte sempat saling umbar kritikan lantaran persaingan program laptop 'murah' yang mereka gagas tersebut. (dwn/dwn)