Kehadiran platform digital membuat proses buka rekening dan aktivitas trading saham online menjadi jauh lebih mudah. Namun, kemudahan akses ini ternyata tidak selalu diikuti dengan pemahaman utuh mengenai cara kerja pasar modal.
Banyak investor pemula masih sering terjebak pada beberapa miskonsepsi seputar transaksi bursa. Kesalahpahaman ini mencakup masalah biaya transaksi, tempat penyimpanan saham, hingga cara kerja antrean order.
Oleh karena itu, sebelum trading saham online atau beli saham online, penting untuk memahami kembali beberapa anggapan yang sering dianggap benar. Berikut beberapa hal yang perlu diluruskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Biaya Trading Bukan Cuma Komisi Broker
Potongan biaya transaksi saham sejatinya tidak hanya berasal dari komisi broker semata. Ada beragam komponen lain seperti levy SRO, PPN biaya broker, PPh final penjualan, hingga bea meterai untuk transaksi bernominal tertentu. Artinya, kenaikan harga saham belum tentu sepenuhnya mencerminkan hasil bersih yang Anda dapatkan.
2. Saham Tidak Disimpan di Aplikasi
Aplikasi trading sekadar berfungsi sebagai sarana untuk mengakses dan melakukan transaksi investasi. Kepemilikan aset Anda sebenarnya tercatat resmi atas nama investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Anda bisa memeriksa langsung kepemilikan tersebut melalui fasilitas AKSes KSEI.
3. ARA Tidak Otomatis Menghentikan Perdagangan
Auto Rejection Atas (ARA) merupakan batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. Menyentuh batas ARA bukan berarti saham tersebut otomatis berhenti diperdagangkan di bursa. Transaksi tetap bisa terjadi selama masih ada pihak yang bersedia menjual dan membeli di harga puncak tersebut.
4. IHSG Naik Bukan Berarti Dana Asing Masuk
Pergerakan indeks dan aliran transaksi investor asing merupakan dua hal yang sangat berbeda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa saja menghijau ketika investor asing justru mencatat penjualan bersih atau net sell. Kenaikan indeks tidak bisa dijadikan patokan tunggal adanya aktivitas pembelian asing secara keseluruhan.
5. Notasi Khusus Punya Aturan Berbeda
Saham yang masuk Papan Pemantauan Khusus bukan sekadar diberi label atau keterangan tambahan. Status ini membawa kondisi dan aturan perdagangan tersendiri yang jauh berbeda dari pasar reguler. Aturan auto rejection pada papan ini juga sangat berbeda sehingga wajib diperhatikan dengan saksama oleh trader.
6. Tampilan Layar Dipengaruhi Kecepatan Data
Kecepatan data sangat krusial bagi seorang trader yang mengeksekusi transaksi secara cepat. Jeda atau latensi dapat memunculkan perbedaan antara data di layar aplikasi dengan kondisi aktual di bursa. Perbedaan waktu ini berpotensi memengaruhi keakuratan informasi saat Anda mengambil keputusan trading.
Pentingnya Memahami Dasar Trading
Trader tidak perlu langsung menggunakan indikator rumit untuk menguji pemahamannya secara mandiri. Langkah paling sederhana adalah mencatat total biaya setiap transaksi lalu membandingkannya dengan selisih harga. Catatan ini akan memperlihatkan besaran beban biaya asli yang muncul dari rentetan aktivitas trading Anda.
Selanjutnya, bandingkan selalu pergerakan harga pada grafik dengan data transaksi aktual di pasar. Sinyal transaksi memang terlihat praktis, namun belum tentu mampu menjelaskan pengaruh antrean order maupun kondisi sentimen pasar. Pemahaman dasar sangat membantu Anda menyaring informasi sebelum memutuskan untuk mengikuti sebuah sinyal acak.
Guna memantau kondisi pasar secara langsung dan transparan, aplikasi Ajaib hadir menawarkan sejumlah fitur canggih. Pengguna bisa memantau rincian biaya, kelancaran Order Book dengan pembaruan di bawah satu detik, hingga pantauan Running Trade. Tersedia pula fitur Broker Summary dan Foreign Flow untuk membaca manuver broker serta investor asing.
Pemahaman mendalam mengenai beragam regulasi bursa hingga latensi data dipastikan bakal menajamkan keputusan investasi Anda. Biasakan memeriksa data pasar secara faktual alih-alih hanya mengandalkan sinyal cepat tanpa dasar yang matang. Segera unduh aplikasi Ajaib untuk merasakan pengalaman investasi transparan dengan sokongan data pasar real-time.
Lihat juga Video: IHSG Dibuka Anjlok 9,19%, Langsung Trading Halt