PT Infra Fiber Teknologi (IFT) akan membangun manufaktur graphics processor unit (GPU) untuk mewujudkan infrastruktur digital superhighway. Ini disebut menjadikannya sebagai pelopor di Indonesia, menyusul Malaysia yang lebih dahulu memiliki manufaktur semikonduktor.
Deputy CEO dan COO Arsari Group Aryo Djojohadikusumo mengatakan bahwa IFT tak mau berpuas diri menjadi perusahaan kabel fiberoptik atau perusahaan infrastruktur digital yang berbasis fisik saja.
"Sudah waktunya kita sekarang masuk di manufacturing assembly yang ada di Indonesia dan pada hari ini juga kita akan mengumumkan bahwa akhir tahun ini, bulan Desember 2026, kami dari IFT akan mulai manufacturing GPU assembly di Indonesia tahun ini juga," ujarnya di acara 'Press Conference RAIA Grid', Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak hanya bicara potensi, kita bicara aksi. Kita tidak bicara masa depan, kita bicara hari ini, karena tanpa hari ini tidak ada masa depan," imbuhnya.
Hendra Purnama selaku Director of Finance RAIA Grid menuturkan saat ini mereka sedang proses mencari lokasi atau properti. Mereka sengaja mencari tempat yang sudah memiliki bangunan sehingga hanya diperlukan renovasi.
"Nah dengan renovasi mungkin cukup waktu sekitar 2,5 bulan. Nah, dengan 2,5 bulan atau 3 bulan itu, kita tempat sudah available dan kita sudah mulai memproduksi. Jadi diharapkan di Desember produksi pertama terbuka," tuturnya.
Suasana acara. Foto: Aisyah Kamaliah |
Dikatakan bahwa demand terhadap GPU mereka tinggi, terutama dari data center. Tanpa GPU, data center digambarkan hanyalah properti dingin.
"Globally, kekurangan dari GPU itu sendiri. Kebanyakan akan ambil, seperti dari Penang, Malaysia, juga mungkin dari US. Kita harapkan di Desember kita sudah bisa mulai produksi," tegasnya.
Dengan begitu, pada bulan Januari diperkirakan produksinya sudah full capacity. Angkanya sekitar 140 sampai 150 unit per bulan dan diklaim bahwa sudah banyak yang mengantre untuk produk GPU lokal mereka.
"Kita sudah ada kontrak sampai 5 tahun ke depan untuk membeli setiap produk yang kita produksi," tutup Hendra.
