Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Data Center Menjamur, Indonesia Tak Boleh Cuma Jadi Pasar AI

Data Center Menjamur, Indonesia Tak Boleh Cuma Jadi Pasar AI


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ketua Umum IDCEC Nawi Jaya
Ketua Umum IDCEC Nawi Jaya. Foto: IDCEC
Jakarta -

Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), cloud computing, layanan digital, dan ekonomi digital membuat kebutuhan pusat data di Indonesia semakin besar. Namun, pertumbuhan industri ini juga menghadirkan sejumlah tantangan, mulai dari kebutuhan energi, efisiensi, keamanan siber, pengelolaan sumber daya, hingga keberlanjutan.

Selain itu, kebutuhan tenaga profesional di industri pusat data terus meningkat. Perkembangan AI dan infrastruktur komputasi yang semakin kompleks menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki kapasitas industri sendiri.

Aspek kebijakan dan regulasi turut menjadi perhatian. Industri membutuhkan ruang dialog yang konstruktif dan terstruktur dengan regulator agar perkembangan regulasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Bidang Regulasi dan Hukum IDCEC Nico Mooduto mengatakan komunikasi antara pelaku industri dan regulator perlu diperkuat untuk memberikan kepastian bagi perkembangan pusat data.

"Kami ingin membangun komunikasi yang lebih terstruktur antara pelaku industri dan regulator, sehingga kebijakan yang lahir dapat memberikan kepastian sekaligus mendukung pertumbuhan pusat data yang aman, berkelanjutan, dan kompetitif," ujar Nico dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Berbagai persoalan tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia Data Center Ecosystem Council (IDCEC) resmi diperkenalkan sebagai wadah kolaborasi para pemangku kepentingan industri pusat data di Indonesia.

Ketua Umum IDCEC Nawi Jaya mengatakan pertumbuhan industri pusat data perlu diikuti kolaborasi antara industri, pemerintah, regulator, akademisi, investor, dan tenaga profesional.

"IDCEC hadir untuk menyatukan berbagai kepentingan dalam satu ekosistem kolaborasi, sehingga pertumbuhan industri pusat data tidak hanya mengejar kapasitas, tetapi juga memperkuat kemandirian, kompetensi SDM, dan daya saing Indonesia," kata Nawi.

Dalam lima tahun ke depan, IDCEC akan memprioritaskan penguatan kolaborasi ekosistem pusat data, pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, pengembangan industri berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi SDM.

Program tersebut mencakup pelatihan dan sertifikasi serta pembukaan akses lebih luas bagi tenaga kerja lokal terhadap kebutuhan industri pusat data.

IDCEC mengusung tiga pilar utama melalui konsep A.C.E., yakni singkatan dari Advise, Connect, dan Elevate. Advise berfokus pada peran asosiasi sebagai kompas strategis bagi industri, regulator, dan institusi pendidikan. Connect diarahkan untuk membangun jejaring kolaborasi, sedangkan Elevate berfokus pada peningkatan kompetensi SDM.

Nawi menegaskan, IDCEC tidak ingin pertumbuhan pusat data hanya menjadikan Indonesia lokasi pembangunan fasilitas.

"Target kami bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat bertumbuhnya fasilitas pusat data, tetapi juga membangun ekosistem yang membuat Indonesia memiliki kemampuan, SDM, standar, dan daya saing sendiri," kata Nawi.



(agt/agt)




Hide Ads