Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengenal s.id Shop, Platform Baru untuk Monetisasi Karya Digital

Mengenal s.id Shop, Platform Baru untuk Monetisasi Karya Digital


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ilustrasi e-commerce
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Platform teknologi lokal s.id memperluas lini bisnisnya dengan masuk ke pasar ekonomi kreator melalui peluncuran s.id Shop, platform digital commerce yang memungkinkan kreator, freelancer, UMKM, hingga pendidik menjual produk digital dan menerima pembayaran dalam satu ekosistem.

S.id shop menjadi strategi terbaru platform pemendek tautan yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan short link, bio link, dan QR Code menjadi penyedia infrastruktur digital bagi ekonomi kreator. Perusahaan melihat peluang monetisasi konten digital di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kreator dan pekerja independen.

CEO s.id Dimaz Maulana mengatakan tantangan terbesar kreator saat ini bukan lagi menciptakan karya, melainkan bagaimana mendistribusikan dan memperoleh pendapatan dari karya tersebut secara efisien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Kami percaya setiap orang memiliki pengetahuan, keterampilan, atau karya yang bernilai. Tantangannya bukan hanya membuat karya, tetapi bagaimana karya tersebut bisa dipasarkan, dibayar, dan didistribusikan dengan mudah. s.id Shop kami hadirkan untuk membantu siapa pun memperoleh penghasilan dari karya digitalnya tanpa harus dipusingkan oleh proses teknis," ujar Dimaz dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).

Melalui s.id Shop, pengguna dapat membangun toko digital, menjual berbagai produk digital seperti e-book, template, hingga dokumen, sekaligus menerima pembayaran tanpa harus menggunakan beberapa layanan berbeda.

Salah satu fitur yang menjadi pembeda adalah watermark otomatis pada e-book. Setiap file yang dibeli pelanggan akan diberi watermark secara otomatis sebelum diunduh sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko pembajakan dan penyebaran ilegal.

Selain itu, sistem distribusi produk juga dilakukan secara otomatis setelah pembayaran berhasil sehingga kreator tidak perlu lagi mengirimkan file secara manual kepada setiap pembeli.

Product Manager s.id Shop, Naufal, mengatakan perlindungan terhadap karya digital menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam pengembangan platform.

"Kami ingin kreator merasa lebih percaya diri ketika menjual karya digitalnya. Watermark otomatis memberikan lapisan perlindungan tambahan, sementara delivery otomatis membuat proses penjualan menjadi lebih efisien. Dengan begitu, kreator bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk berkarya daripada mengurus administrasi," katanya.

Tak hanya menyasar kreator konten, s.id juga membidik freelancer, konsultan, mentor, organisasi, hingga UMKM melalui fitur Payment Link. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat tautan pembayaran dalam hitungan detik dan membagikannya melalui berbagai platform seperti WhatsApp, Instagram, Telegram, maupun email tanpa perlu membangun sistem pembayaran sendiri.

Dengan ekspansi tersebut, s.id berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreator di Indonesia. Sebelumnya perusahaan dikenal melalui layanan short link dan bio link, sementara kini memperluas layanan ke monetisasi karya digital.

Peluncuran s.id Shop juga mencerminkan tren berkembangnya creator commerce, di mana platform digital tidak lagi hanya berfungsi membangun audiens, tetapi juga menjadi sarana transaksi dan sumber pendapatan bagi kreator.

Melalui integrasi toko digital, distribusi otomatis, perlindungan hak cipta, dan sistem pembayaran dalam satu platform, s.id membidik peluang dari semakin besarnya kebutuhan monetisasi konten dan produk digital di Indonesia



(agt/fay)






Hide Ads