Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple Business Hadir di 200 Negara, Platform Bisnis All-in-One Gratis

Apple Business Hadir di 200 Negara, Platform Bisnis All-in-One Gratis


Adi Fida Rahman - detikInet

Apple Business
Apple Business Diluncurkan di 200 Negara, Platform Gratis All-in-OneFoto: Apple
Daftar Isi
Jakarta -

Apple resmi mengumumkan platform bisnis terbarunya yang diberi nama Apple Business, sebuah solusi all-in-one terbaru yang dirancang untuk membantu pelaku usaha dari berbagai skala dalam mengelola operasional bisnis secara lebih efisien, aman, dan terintegrasi. Platform ini dijadwalkan tersedia mulai 14 April 2026 di lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Susan Prescott, Vice President of Education and Enterprise Marketing Apple, menyebut peluncuran ini sebagai langkah besar dalam komitmen perusahaan mendukung dunia bisnis. Ia menegaskan bahwa Apple Business dirancang untuk membantu perusahaan lebih fokus pada pengembangan usaha dan membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.

"Kami memadukan tawaran bisnis Apple yang paling andal ke dalam sebuah platform yang aman dan sederhana, menghadirkan fitur utama untuk organisasi di berbagai tahapan dan sektor, termasuk manajemen perangkat bawaan, alat kolaborasi, dan berbagai cara baru untuk menjangkau pelanggan baru," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Satu Platform, Banyak Fungsi

Apple Business menjadi langkah besar Apple dalam menyatukan berbagai layanan bisnisnya yang sebelumnya terpisah, seperti Apple Business Essentials, Apple Business Manager, dan Apple Business Connect. Kini, semua fitur tersebut dihadirkan dalam satu platform terpadu yang lebih sederhana dan mudah diakses, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang belum memiliki tim IT khusus.

Salah satu fitur unggulan Apple Business adalah manajemen perangkat seluler (mobile device management/MDM) bawaan. Fitur ini memungkinkan perusahaan mengelola seluruh perangkat Apple secara terpusat, mulai dari konfigurasi awal, pengaturan keamanan, hingga distribusi aplikasi.

Apple juga memperkenalkan fitur Blueprints, yang memungkinkan pengaturan perangkat dilakukan secara otomatis dengan konfigurasi yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan sistem ini, perangkat baru dapat langsung digunakan karyawan begitu dikeluarkan dari kotaknya tanpa perlu instalasi manual.

Apple BusinessFitur Blueprints Foto: Apple

Tidak hanya berfokus pada operasional internal, Apple Business juga memperluas fitur manajemen merek dan lokasi. Melalui integrasi dengan layanan Apple seperti Peta, Mail, Dompet, dan Siri, pelaku usaha dapat mengelola profil bisnis mereka secara konsisten. Fitur kartu lokasi memungkinkan bisnis menampilkan informasi penting seperti alamat, jam operasional, foto, hingga promo langsung di Peta Apple.

Apple juga menghadirkan fitur Tap to Pay on iPhone yang kini dilengkapi identitas merek saat proses pembayaran berlangsung. Fitur ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan saat bertransaksi. Selain itu, pelaku usaha dapat memperoleh wawasan mengenai interaksi pelanggan, seperti jumlah pencarian, tampilan, hingga tindakan yang dilakukan pada profil bisnis mereka.

Apple Businesspple Business juga memperluas fitur manajemen merek dan lokasi. Foto: Apple

Email dan Kalender Bisnis dengan Domain Sendiri

Apple Business juga menghadirkan layanan email bisnis, kalender, dan direktori yang terintegrasi penuh dengan dukungan domain khusus. Pelaku usaha dapat menggunakan domain sendiri untuk menciptakan identitas profesional, sekaligus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi internal. Fitur seperti delegasi kalender dan direktori perusahaan memudahkan koordinasi antar tim dalam satu ekosistem yang rapi.

Dari sisi keamanan, Apple menyematkan Akun Apple Terkelola yang memungkinkan pemisahan antara data pribadi dan data kerja melalui sistem enkripsi. Dengan pendekatan ini, privasi karyawan tetap terjaga tanpa mengorbankan keamanan perusahaan.

Selain itu, Apple Business mendukung integrasi dengan layanan identitas populer seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID untuk mempermudah proses onboarding karyawan baru.

Dalam hal distribusi aplikasi, perusahaan dapat dengan mudah mengelola dan mendistribusikan aplikasi melalui App Store. Apple juga menyediakan API Admin untuk mendukung pengelolaan perangkat dalam skala besar, memberikan fleksibilitas bagi organisasi yang lebih kompleks.

Apple BusinessPerusahaan dapat mengelola nama merek, logo, dan informasi penting mereka secara konsisten di semua Peta Apple, Dompet, serta fitur dan aplikasi lain. Foto: Apple

Tersedia Gratis

Menariknya Apple Business akan tersedia secara gratis, baik bagi pelanggan baru maupun pelanggan lama dari Apple Business Connect, Apple Business Essentials, dan Apple Business Manager-yang ketiganya akan dihentikan saat Apple Business resmi diluncurkan.

Pelanggan Business Essentials tidak lagi dikenakan biaya bulanan untuk pengelolaan perangkat setelah tanggal tersebut. Seluruh data lama dari Business Connect-termasuk lokasi yang telah diklaim, foto, dan informasi organisasi-akan otomatis dimigrasi ke platform baru.

Sementara itu, fitur tambahan seperti penyimpanan iCloud ekstra dan AppleCare+ untuk Bisnis tetap tersedia sebagai layanan berbayar opsional.

Perlu dicatat, aplikasi pendamping Apple Business serta fitur email, kalender, dan direktori membutuhkan iOS 26, iPadOS 26, atau macOS 26.

Apple BusinessManajemen perangkat seluler diintegrasikan dalam Apple Business Foto: Apple

Peluncuran Apple Business memperlihatkan ambisi Apple untuk bersaing langsung dengan layanan produktivitas berbasis cloud seperti Google Workspace dan Microsoft 365.

Dengan pendekatan all-in-one dan integrasi mendalam dalam ekosistem Apple, platform ini berpotensi menarik perusahaan yang sudah menggunakan perangkat Apple secara luas. Apple Business berpotensi menjadi solusi baru bagi bisnis modern yang ingin bekerja lebih efisien dalam satu ekosistem terpadu.






(afr/afr)






Hide Ads