Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pendapatan Intel Turun di Q4 2025, Pasokan Chip Jadi Tantangan

Pendapatan Intel Turun di Q4 2025, Pasokan Chip Jadi Tantangan


Anggoro Suryo - detikInet

HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Intel logo is displayed at the Intel stand at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Foto: Alexander Koerner/Getty Images
Jakarta -

Intel melaporkan pendapatan sebesar USD 13,7 miliar pada kuartal IV 2025, turun 4% secara tahunan namun masih berada di kisaran atas proyeksi perusahaan. Secara tahunan, pendapatan Intel turun tipis dari USD 53,1 miliar menjadi USD 52,9 miliar.

Kinerja tersebut mencerminkan kondisi bisnis Intel yang tidak seimbang. Perusahaan menjual hampir seluruh chip yang diproduksi, tetapi kapasitas manufaktur belum mampu mengejar permintaan. Keterbatasan pasokan membuat Intel memprioritaskan segmen dengan margin tinggi dan membatasi produksi prosesor konsumen.

Divisi data center dan AI menjadi penopang utama. Unit ini mencatat pertumbuhan pendapatan 9% secara kuartalan dan 5% secara tahunan. Kenaikan didorong permintaan dari penyedia cloud dan pelanggan enterprise untuk prosesor Xeon dan akselerator AI yang dioptimalkan untuk beban kerja paralel berskala besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, grup client computing yang mencakup prosesor Core dan GPU Arc mencatat penurunan pendapatan 7% pada kuartal ini dan 3% sepanjang tahun. Ketimpangan tersebut mendorong manajemen mengalihkan prioritas produksi ke segmen bisnis yang dinilai lebih menguntungkan.

Chief Financial Officer Intel David Zinsner mengatakan perusahaan memfokuskan pasokan wafer internal untuk produk data center. "Kami mengalokasikan kapasitas internal terutama untuk data center, sementara porsi produksi chip konsumen lebih banyak dialihkan ke foundry eksternal seperti TSMC," ujarnya, seperti dikutip dari Techspot, Rabu (28/1/2026).

Strategi ini berpotensi berdampak pada ketersediaan dan harga prosesor konsumen mendatang, termasuk Core Ultra Series 3 dengan nama kode Panther Lake. Berbeda dari generasi sebelumnya yang banyak diproduksi di TSMC, chip ini sebagian besar dibuat di fasilitas internal Intel.

Masalah pasokan Intel terutama berasal dari proses manufaktur 18A. Transisi ke node ini berjalan tidak mulus dengan tingkat yield di bawah target. Intel menyebut yield meningkat sekitar 7--8% per bulan, meski dari basis awal yang rendah. CEO Intel Lip-Bu Tan menyatakan yield saat ini "sesuai rencana internal," tetapi mengakui belum mencapai level ideal.

Tan dan Zinsner memperkirakan kuartal I 2026 menjadi titik terendah keterbatasan pasokan, dengan pemulihan mulai terlihat pada kuartal berikutnya. Di saat bersamaan, Intel menyiapkan node lanjutan 14A serta arsitektur Nova Lake yang dijadwalkan meluncur akhir 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing jangka panjang.




(asj/asj)







Hide Ads