Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Startup AI Spun Raih Pendanaan Rp 30,4 M, Bidik Ekspansi Asia Tenggara

Startup AI Spun Raih Pendanaan Rp 30,4 M, Bidik Ekspansi Asia Tenggara


Agus Tri Haryanto - detikInet

Spun, startup layanan pendukung perjalanan yang membangun infrastruktur pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan (AI), menutup pendanaan tahap awal  senilai USD 1,8 juta atau sekitar Rp30,4 miliar.
Spun, startup layanan pendukung perjalanan yang membangun infrastruktur pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan (AI). Foto: Spun
Jakarta -

Spun, startup layanan pendukung perjalanan yang membangun infrastruktur pengurusan visa berbasis kecerdasan buatan (AI), menutup pendanaan tahap awal senilai USD 1,8 juta atau sekitar Rp30,4 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi ke sejumlah pasar utama di Asia Tenggara, wilayah yang masih menghadapi proses pengurusan visa yang kompleks dan belum terintegrasi.

Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Genesia Ventures, dengan partisipasi dari Antler, Spiral Ventures, Iterative, Kopital Ventures, serta angel investor Kum Hong Siew, mantan Managing Director Airbnb China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

CEO dan Co-Founder SPUN, Christa Sabathaly, mengatakan Spun berangkat dari kebutuhan untuk menyederhanakan proses pengurusan visa yang sering berubah dan berbeda antarnegara.

"Visa sering dianggap sekadar urusan administratif, padahal menjadi sumber kecemasan terbesar dalam perjalanan internasional. Melalui satu sistem yang dapat digunakan oleh individu maupun perusahaan, kami ingin membuat proses pengurusan visa lebih pasti dan andal," ujar Christa dikutip dari siaran pers, Selasa (20/1/2026).

Spun memulai layanan dari pengurusan visa masuk (inbound) dan visa keluar (outbound) sebagai fondasi layanan mobilitas lintas negara. Berbeda dengan agen visa konvensional, startup ini menggunakan sistem AI untuk membantu pemohon dan mitra usaha memenuhi persyaratan visa secara lebih terstruktur.

Dalam 12 bulan pertama beroperasi, Spun telah menangani ribuan pengajuan visa dengan tingkat persetujuan mencapai 99%. Layanannya digunakan oleh pelanggan berbayar, baik pemohon individu maupun pelanggan B2B.

Saat ini, Spun mendukung 300+ jenis visa di lebih dari 90 negara, melayani 200+ agen perjalanan dan reseller, serta telah terintegrasi dengan platform perjalanan seperti Klook, Traveloka, Tiket.com, dan Nusatrip.

Pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk memperluas kehadiran Spun di Asia Tenggara, memperkuat sistem otomasi berbasis AI, serta meningkatkan kerja sama dengan mitra B2B dan platform perjalanan.

General Partner Genesia Ventures, Takahiro Suzuki, menilai Spun menjawab persoalan mendasar dalam pengurusan visa di kawasan Asia Tenggara.

"Proses visa sudah masuk era digital, namun belum sepenuhnya memudahkan pengguna. SPUN membangun sistem yang membantu standardisasi proses visa di kawasan ini," ungkapnya.

Spun didirikan oleh Christa Sabathaly dan Dilla Anindita, yang sebelumnya bekerja di Line Indonesia. Dilla memiliki pengalaman sebagai product lead di Grab dan Cookpad, serta pernah mengalami langsung kompleksitas proses relokasi lintas negara.




(agt/agt)






Hide Ads