Apple memiliki satu kesempatan emas untuk memperbaiki kegagalannya di sektor AI, menjelang perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan pada tahun 2026. Setelah gagal menepati janji meluncurkan Siri versi super canggih berbasis AI Maret lalu, Apple menyatakan kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkannya tahun baru ini.
Taruhannya sangat besar. Kegagalan AI Apple tahun 2025 memberi tekanan ekstra untuk menghadirkan pengalaman AI revolusioner di iPhone. Jika gagal lagi, maka akan memperkuat persepsi Apple tertinggal jauh dari pesaing dan berisiko kehilangan kendali atas komputasi masa depan ke rival seperti Google atau OpenAI.
Tak hanya itu, Apple harus membuktikan ke investor bahwa AI mampu menghasilkan pertumbuhan penjualan yang berarti setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi pasca pandemi.
Memang 2025 tahun yang berat bagi Apple. Dengan pelantikan Presiden Donald Trump, tidak ada perusahaan teknologi besar yang lebih rentan terhadap rencana kebijakan tarifnya selain Apple.
Lalu muncul pertanyaan besar soal AI. Apple meluncurkan fitur terbatas untuk Apple Intelligence, namun pembaruan sesungguhnya yaitu Siri berbasis AI, dijadwalkan meluncur pada awal 2025. Saham Apple sempat mencapai rekor tertinggi karena antisipasi terhadap pengalaman AI terobosan yang tertanam di iPhone.
Namun AI itu tidak juga hadir karena Apple sibuk mengurus isu tarif. Butuh waktu berbulan-bulan bagi CEO Apple, Tim Cook, untuk merayu sang presiden dengan janji investasi USD 600 miliar di AS selama empat tahun.
Dikutip detikINET dari CNBC, taktik itu berhasil. Trump membatalkan tuntuta agar Apple memproduksi iPhone di AS dan memberikan keringanan tarif. Dengan selesainya masalah tarif, saham Apple melonjak hingga 35%.
Memperbaiki Masalah AI
Kini, Apple harus menyelesaikan masalah AI-nya. Setelah eksodus para petinggi, termasuk bos AI John Giannandrea, Apple menyatakan telah memiliki tim yang siap untuk menghadirkan pemutakhiran Siri pada tahun 2026.
Apple butuh Siri baru ini untuk tampil hebat. Bukan sekadar cukup baik untuk menandingi kemampuan chatbot populer seperti ChatGPT dan Gemini, tapi juga cukup meyakinkan agar pengguna iPhone lama mau melakukan upgrade demi mencobanya.
Pengguna membutuhkan iPhone 15 Pro atau yang lebih baru untuk menggunakan Apple Intelligence. Inilah dasar optimisme investor setahun lalu, bahwa Apple Intelligence, terutama versi baru Siri, akan memukau sehingga orang akan membeli iPhone baru. Sayangnya, itu tidak terjadi di 2025, mungkin baru di 2026 ini.
Bagi investor, ini adalah pertaruhan terbaik untuk melihat lonjakan saham Apple berkat AI. Hal ini juga membuka peluang bagi Apple untuk meluncurkan produk perangkat keras baru, seperti kacamata pintar.
Apple jarang gagal seperti yang mereka alami pada AI ini. Beruntung, ini masih tahap awal dalam dunia AI. Dan melalui jajaran iPhone 17, mereka membuktikan desain dan fitur hardware tetap bisa mendorong pertumbuhan penjualan. Namun pakar menilai, Apple harus berhasil di AI pada tahun 2026 atau akibatnya akan buruk.
Simak Video "Apple Larang Pengguna iPhone dan Mac Pakai Chrome!"
(fyk/fyk)