Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
STT Tolak Lepas Saham Indosat

STT Tolak Lepas Saham Indosat


- detikInet

Jakarta - Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) menolak untuk menjual sahamnya kembali (buy back) di PT Indosat Tbk pada pemerintah."Kami keberatan karena Indosat memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi," kata Senior VP Strategic Relations & Corporate Communication STT, Kuan Kwee Jee, dalam jumpa pers di kafe Kembang Goela, Jakarta, Kamis (28/6/2007).Menurutnya, STT ingin berinvestasi jangka panjang di industri telekomunikasi Indonesia. "Indonesia merupakan pasar yang potensial di mana angka penetrasi telekomunikasinya masih rendah. Jadi, tidak ada alasan bagi kami untuk melepas saham Indosat."Jee menegaskan, jika pemerintah Indonesia ingin memiliki kembali mayoritas saham Indosat, maka pemerintah harus membeli saham yang dilepas di pasar dan dengan harga pasar pula.Sebab, menurutnya, saham yang berada di tangan publik jumlahnya sangat besar, yakni mencapai 46%. Saat ini, kepemilikan saham STT di Indosat mencapai 42%, sementara saham pemerintah cuma 14,9%."Jadi, buat apa membeli kembali saham yang sudah kami miliki. Apa untungnya buat pemerintah?" ujarnya. "Lagipula, Indosat sekarang sudah menjadi perusahaan global dan bisa dimiliki siapapun," imbuhnya.Jee membantah tudingan bahwa telah terjadi praktek kartel dalam pentarifan, karena masalah tarif sepenuhnya pemerintah yang menetapkan. "Terlebih lagi tuduhan monopoli di industri teleomunikasi," keluhnya.Menurut dia, jika STT atau Temasek Holding memonopoli industri telekomunikasi maka operator telekomunikasi lain tidak akan tumbuh, apalagi sampai muncul operator baru."Kenyataannya, operator telekomunikasi lain yang sahamnya tidak dikuasai STT bisa tumbuh sangat bagus bahkan ada operator baru yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia," sergah Jee.STT maupun Temasek, klaim dia, tidak bisa mengambil keputusan sepihak dalam menetapkan kebijakan perusahaan, tapi harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pemegang saham yang lain. "Kalau kami mengambil kebijakan sepihak,pemegang saham minoritas bisa menuntut kami," Jee menandaskan. (rou/dbu)





Hide Ads