Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BSA Harapkan Lebih Banyak Anggota Asal Indonesia

BSA Harapkan Lebih Banyak Anggota Asal Indonesia


- detikInet

Jakarta - Dari seluruh anggota Business Software Alliance (BSA) di Indonesia hanya terdapat satu pengembang software lokal (Independent Software Vendor/ISV) yang ikut serta, yakni Andal Software. Padahal BSA mengharapkan lebih banyak lagi pengembang lokal yang bergabung."Kita selalu welcome jika pengembang lokal ingin gabung dengan BSA," ujar Donny A. Sheyoputra, representatif BSA Indonesia, kepada beberapa wartawan di Sampoerna Strategic Tower Jakarta, Selasa petang (15/5/2007).Lebih lanjut kata Donny, hal ini sekaligus menunjukkan BSA juga melindungi para pengembang software lokal yang memiliki hak atas produknya dan tidak hanya perusahaan asing.Namun, untuk menjadi anggota BSA mereka tentunya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Di antaranya, mempunyai komitmen dan berpartisipasi terhadap seluruh kegiatan BSA dalam menegakkan hak cipta di bidang software."Saat ini beberapa pengembang lokal sudah ada yang ingin bergabung dengan BSA," ungkap Donny.Mitra Strategis PemerintahHarapan BSA selama menjalankan kiprahnya adalah untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu pertumbuhan industri teknologi informasi (TI) tanah air.Caranya, dengan membantu pemerintah dalam penegakkan hukum terhadap pelanggaran hak cipta di bidang software. Sebab, menurut Donny, industri TI Indonesia tidak akan tumbuh jika pembajakan masih marak."Belajar dari Cina yang dapat menekan pembajakan hingga 10 persen dan Rusia 7 persen dalam tiga tahun, maka manfaat yang akan didapatkan tidak hanya bagi anggota-anggota BSA saja, tetapi komunitas industri software lokal juga akan ikut tumbuh," yakin Donny. Sehingga bagi mereka yang ingin menjadi pengembang software mempunyai keberanian untuk berkreasi tanpa harus takut untuk dibajak, tandasnya. (ash/wsh)





Hide Ads