Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Belanja TI Indonesia Masih Ngirit

Belanja TI Indonesia Masih Ngirit


- detikInet

Jakarta - Belanja teknologi informasi (TI) Indonesia di kuartal pertama 2007 masih di bawah perkiraan sebelumnya. Tender-tender yang tertunda jadi faktor penyebab.Total belanja TI Indonesia sampai saat ini baru mencapai US$ 300 - 400 juta. Ini termasuk belanja untuk seluruh perangkat TI, baik software, hardware, komponen komputer, hingga infrastruktur lainnya. Ketua Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) Djarot Subiantoro mengatakan perkiraan sebelumnya belanja TI Nasional tahun 2007 adalah US$ 2,4 miliar. Jika dibagi per kuartal, lanjutnya, seharusnya belanja TI ada di kisaran US$ 600 juta. Djarot berpendapat belum tercapainya target tersebut dikarenakan tender-tender pembelian perangkat dan software TI di kalangan swasta dan pemerintah belum terlaksana. Namun, jika menilik belanja TI di tahun-tahun sebelumnya, Djarot mengakui kebanyakan belanja TI dilakukan pada kuartal ke empat (akhir tahun). "(Situasi ini) termasuk normal lah. Kemungkinan dari rencana tersebut implementasinya setelah kuartal dua dan tiga. Baru belanja TI industri di Indonesia mulai naik," ia menjelaskan di sela-sela Asia Pacific Conference and Exhibition on Banking Excellence (Apconex) 2007 di Jakarta Convention Center, Rabu (9/5/2007).Djarot mengungkapkan, sektor yang paling besar menyerap belanja TI masih dipegang Perbankan dengan share lebih dari 30 persen. Ini diikuti oleh sektor telekomunikasi, otomotif dan pemerintah. "Banking belanja TI-nya cukup besar karena cukup banyak bank-bank besar yang melakukan peremajaan infrastruktur TI yang mereka miliki," tuturnya. (wsh/wsh)





Hide Ads