Menkominfo Oke Saja Lippo Telecom Dicaplok Malaysia
- detikInet
Jakarta -
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil mengaku tidak keberatan dengan dikuasainya 95 persen saham Natrindo Telepon Seluler, yang dikenal juga sebagai Lippo Telecom, oleh Maxis asal Malaysia. Natrindo Telepon Seluler dilaporkan telah melepas lagi 44 persen kepemilikan sahamnya kepada Maxis Communications Berhad dari Malaysia senilai US$ 123,9 juta. Sebelumnya, operator dari grup Lippo itu telah menjual saham sebesar 51 persen kepada Maxis dengan nilai US$ 100 juta. Artinya, kepemilikan saham Maxis saat ini mencapai 95 persen. Kabar itu dibenarkan Head of Corporate Communication NTS, Anita Avianty, saat dikonfirmasi, Rabu (25/4/2007). "Keterangan rincinya, kami masih menunggu laporan resmi dari Kuala Lumpur," ujarnya. Di kesempatan yang berbeda, Menkominfo Sofyan Djalil juga mengaku telah mengetahui hal itu. "Memang mereka sudah melapor ke kita. Peraturan kita memungkinkan kepemilikan saham hingga 95 persen, menurut PP No 20 tahun 1994," ujar Sofyan kepada wartawan, Rabu (25/4/2007).Menurut Sofyan NTS bukan satu-satunya operator telekomunikasi yang dikuasai asing. "Hutchison bahkan sudah 100 persen asing," ujarnya. Sofyan mengatakan, NTS dan Maxis telah melapor ke Depkominfo mengenai rencana 95 persen kepemilikan saham itu. Menurut Sofyan, NTS mengaku baru bisa menggulirkan layanan di Indonesia setelah dikuasai Maxis. Lebih lanjut Sofyan mengatakan, pemerintah tidak ada alasan untuk melarang. Ia justru menilai positif hal itu karena merupakan investasi di Indonesia. "Mereka akan menginvestasikan selama satu tahun sebesar US$ 500 juta. Itu jumlah yang luar biasa, dengan demikian harga telekomunikasi bisa lebih murah," Sofyan menambahkan.
(wsh/wsh)