Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pendapatan Turun, AMD Salahkan Intel

Pendapatan Turun, AMD Salahkan Intel


- detikInet

Jakarta - Advanced Micro Devices (AMD) menyatakan akan segera melakukan langkah penghematan. Intel dijadikan kambing hitam lantaran pendapatan AMD menurun tajam dibanding kuartal sebelumnya.AMD mengklaim penurunan pendapatan tersebut karena perang harga berkepanjangannya dengan Intel. Intel sendiri sekitar April 2006 lalu telah menempuh strategi potong harga untuk beberapa model produknya, lantaran pangsa pasarnya yang kian merosot.Pemotongan tersebut terbilang signifikan yakni sebesar 50 persen. Strategi ini memaksa AMD untuk ikut melakukan potong harga juga, demi memenangi persaingan dengan Intel.Kembali ke soal pendapatan, kuartal pertama 2007 AMD memperkirakan hanya berhasil mengantongi pendapatan US$ 1,23 miliar. Padahal AMD mengestimasikan bisa meraih US$ 1,6 miliar hingga US$ 1,7 miliar. Hal ini memaksa AMD untuk melakukan restrukturisasi pada beberapa unit kerjanya. Tidak dibeberkan detil area unit mana yang akan terkena dampak restrukturisasi itu.Pada 19 April mendatang, AMD rencananya akan merilis laporan pendapatannya pada kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2007. Perusahaan memperkirakan pendapatannya mencapai US$ 1,225 miliar.Vnunet yang dikutip detikINET, Selasa (10/4/2007) melansir, AMD berencana memangkas belanja modal (capital expenditures/capex) perusahaan hingga US$ 500 juta. Produsen chip yang berbasis di Sunnyvale, California itu juga menyatakan akan membekukan kegiatan hiring karyawan kecuali untuk keadaan darurat, dan akan melakukan pemotongan discretionary expenses (biaya kebijakan).Sebagai catatan, capital expenditure (belanja modal) merupakan dana yang biasanya dikeluarkan untuk meng-upgrade aset fisik seperti gedung dan mesin. Sedangkan biaya discretionary merupakan dana yang dipakai untuk item yang non-esensial.Ditegaskan AMD lagi, pemangkasan itu tidak akan berdampak pada perencanaan kapasitas chipnya. (dwn/dwn)






Hide Ads