India Bikin Operator Ponsel 'Bergairah'
- detikInet
San Francisco -
India benar-benar telah membuat para operator ponsel dan vendor perangkat nirkabel 'bergairah'. Bagaimana tidak? Pertumbuhan pengguna ponsel di negara tersebut sangat mencengangkan.Dalam rentang waktu satu tahun, pertumbuhan pelanggannya naik hampir dua kali lipat. Jumlah pengguna ponsel di negeri yang terkenal dengan tari perutnya itu tumbuh 97%, dari 75.94 juta pada akhir Desember 2005 lalu menjadi 149.5 juta pada akhir Desember 2006.Demikian dilaporkan Telecom Regulatory Authority of India (TRAI) di Delhi, seperti dikutip detikINET dari Infoworld, Rabu (17/1/2007).Dijelaskan lagi, pertumbuhan yang signifikan itu terjadi sejak operator layanan mobile memotong tarif layanan telepon. Para operator itu sendiri saat ini tengah memfokuskan diri pada layanan baru seperti e-mail dan download musik untuk meningkatkan ARPU (average revenue per user).Masih menurut TRAI, jumlah pelanggan telepon fixed-line di India menurun meski pasar ponselnya meroket. Diduga karena konsumen lebih memilih ponsel ketimbang telepon fixed-line saat pertama kali memakai telepon. Jumlah pelanggan fixed-line sendiri jatuh menjadi 40.43 juta pada Desember 2006, dari 48.84 juta di bulan yang sama tahun sebelumnya.Bicara soal target, pemerintah India menargetkan 500 juta pengguna telepon baik fixed maupun nirkabel menjelang 2010 nanti. Hal itu didasarkan pada tren yang ada saat ini, dimana konsumen diperkirakan akan lebih memilih layanan mobile ketimbang fixed.Besarnya pertumbuhan pengguna ponsel di India membuat perusahaan asing tertarik untuk berinvestasi menyediakan layanan bergerak di negara tersebut. Selain itu, sistem birokrasi untuk berinvestasi di negara itu sepertinya tidak dipersulit. Di India, pemerintahnya membolehkan perusahaan asing untuk menguasai hingga 74% saham operator layanan mobile. Vodafone Group misalnya, operator mobile asal Inggris itu memegang saham mayoritas Hutchison Telecommunications International di operator India, Hutchison Essar.
(dwn/dwn)