Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengembang Software Lokal Terhambat Diskriminasi

Pengembang Software Lokal Terhambat Diskriminasi


- detikInet

Jakarta - Diskriminasi disinyalir menjadi salah satu penyebab mengapa perusahaan pengembang software independen (Independent Software Vendor/ISV) di Indonesia tidak berkembang. "Perkembangan ISV memang dipengaruhi adanya diskriminasi terhadap pemain lokal," ujar Elisa Lumabantoruan, Presiden Direktur HP Indonesia, di acara peluncuran Solution One yang digawangi Microsoft, Hewlett-Packard (HP), dan Intel di Hotel JW. Marriot, Jakarta, Rabu (13/12/06).Menurut Elisa, diskriminasi terjadi akibat kurang dikenalnya ISV lokal, tidak ada pengakuan atau standarisasi juga sangat mempengaruhi pemilihan pasar terhadap ISV lokal."ISV lokal saat ini membutuhkan pengakuan dari dunia global, program Solution One ini diharapkan dapat membangun brand awarness dari ISV lokal sehingga dapat bersaing di pasar lokal bahkan regional," ujar Elisa kepada detikINET di sela-sela acara ini.Hal senada juga diungkapkan Guntur Gozali, Managing Director ISV lokal AdIns. Menurutnya sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari pasar, mereka lebih percaya software dari vendor yang sudah terkenal. Sehingga ketika mengikuti tender di suatu institusi swasta atau pemerintah yang juga diikuti vendor asing, dia mengaku sangat sulit untuk memenangkan tender tersebut, walaupun produk yang ditawarkan lebih baik dari pesaing."Ikut tender di pemerintah lalu ketemu asing, berat deh," ujar Guntur.Saat ini, pengembang lokal tidak hanya menghadapi vendor dari Amerika saja, namun vendor dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura juga sudah ada di mana-mana, tambahnya.Solution OneSolution One merupakan program hasil kerja sama Microsoft, Hewlett-Packard, dan Intel untuk membangun kompetensi ISV lokal dalam mengembangkan solusi di atas teknologi 64-bit.Tujuan dari program ini diharapkan dapat membantu ISV lokal agar mempunyai kontribusi di dunia industri di Indonesia, yang saat ini dianggap masih kurang. Dalam program ini, ketiga perusahaan tersebut bekerjasama untuk memberikan pelatihan dan mengarahkan ISV lokal, agar mampu menyediakan solusi dan aplikasi dengan kualitas yang dapat menjawab tantangan dan kebutuhan pasar.Namun tidak semua ISV bisa mengikuti program ini, sebelumnya mereka akan diseleksi agar bisa menjadi anggota. Saat ini baru ada lima ISV lokal yang sudah porting ke 64 bit, dan sepuluh ISV lainnya masih dalam proses seleksi.Adrian Anwar, Product Marketing Manager Apliacation, Microsoft menegaskan, mereka tidak hanya memilih ISV yang hanya ingin memindahkan teknologi 32-bit menjadi 64-bit. Tetapi mereka juga harus punya komitmen untuk membuat aplikasi yang mampu mengutilisasi apa yang ada di 64-bit agar mendapat nilai tambah untuk dilempar ke pasar. (ash/nks)







Hide Ads