21 Pemenang Wakili Indonesia ke Ajang APICTA
- detikInet
Jakarta -
Sebanyak 21 pemenang kompetisi piranti lunak akan mewakili Indonesia dalam ajang Asia Pacific ICT Award (APICTA) di Macau. Peserta pelajar/mahasiswa akan dibiayai pemerintah. Pemenang ajang kompetisi piranti lunak untuk mewakili Indonesia dalam APICTA diumumkan Kamis (21/09/2006) di gedung Departemen Komunikasi dan Informatika, Jakarta. Karya yang masuk mencapai 86 karya, namun 10 diantaranya tidak dinilai karena terlampau mirip satu sama lain. Dari 76 karya peserta yang dinilai, terpilih 21 pemenang dalam 10 kategori. Cakupan kategori ajang ini adalah 'Education & Training', 'E-Government', 'Industrial Application', 'Communication', 'General Application', 'Media & Entertainment Application', 'Tool & Infrastructure Application', 'Research & Development', 'Student', dan 'Start-Up Company'. Pemenang terbagi atas tiga tipe penghargaan, Winner (8 pemenang), Merit (8) dan Recognition (5). Pemenang akan mengikuti ajang APICTA yang digelar di Macau, 1 - 4 November 2006. Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil berharap makin banyaknya jumlah peserta dibarengi dengan peningkatan kualitas. "Kami berharap, produk-produk yang dilombakan mendapat apresiasi memenangkan award, baik dari segi komersil maupun nama baik bangsa," ujarnya. Agar Tak "Cuci Piring"Sofyan berharap ajang ini bisa meningkatkan produk piranti lunak dalam negeri. Hal ini penting karena piranti lunak, ujar Sofyan, semakin lama semakin mendapatkan porsi yang besar dalam belanja Teknologi Informasi (TI). Ia mengatakan, dulu belanja TI adalah 70 persen perangkat keras dan 30 persen piranti lunak. Sejak 2004 komposisi itu disebutnya mulai berbalik. "Sayangnya sebagian besar (produk yang dibeli-red) masih produk asing. Jangan sampai nanti asing pesta di sini, kita cuma kebagian cuci piring," tukas Sofyan. Dari 21 pemenang tingkat Indonesia, lima di antaranya adalah kelompok pelajar/mahasiswa. Riyanto Gozali VP Member & Organizational Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (penyelenggara APICTA tingkat Indonesia), berharap pemerintah mau mensponsori keberangkatan pemenang untuk kategori student dan research center. Sofyan menyanggupi sebagian permintaan itu. "Kategori student yang pergi ke Macau akan dibiayai pemerintah. Untuk non-perusahaan seharusnya juga bisa disponsori, tapi dana masih terbatas," ia menjelaskan. Riyanto mengatakan, untuk memberangkatkan delegasi ke Macau, butuh dana US$ 850 per kepala. Delegasi itu akan terdiri dari, 21 pemenang ditambah official dan juri dari Indonesia. Totalnya diperkirakan sekitar 35 orang. "Karya tahun ini cukup bagus. Mudah-mudahan kita bisa menang," ujar Riyanto optimis. Sebelum diberangkatkan ke Macau, peserta akan mengikuti pelatihan singkat. Terutama mengenai bagaimana 'menjual' karyanya melalui presentasi. Menkominfo berjanji pemenang di Macau akan bertemu Presiden di Istana Negara. (wsh)
(wicak/wicak)