Keterangan foto: Risman Adnan, Senior Developer Evangelist, PT. Microsoft Indonesia (atas), Kurniawan Leonardi, Managing Director perusahaan software lokal QPro (bawah)
(ketepi/)
Laporan dari Malaysia
Air, Api, Tanah, Udara dan Bisnis Software Lokal (2)
- detikInet
Kuala Lumpur -
Empat elemen penyusun kehidupan, menurut pandangan klasik Yunani, adalah api, tanah, udara, dan air. Dalam banyak kisah populer keempat elemen ini dijadikan unsur yang perlu ada untuk mencapai kesempurnaan.Untuk mengembangkan bisnis produk piranti lunak juga terdapat empat elemen. Di Indonesia, keempat elemen itu masih belum sepenuhnya dikuasai. Berikut adalah elemen air dan api dalam bisnis software lokal (elemen udara dan tanah dijelaskan dalam tulisan sebelumnya).Air: Sumberdaya ManusiaAir adalah unsur yang menyegarkan, namun di sisi lain juga bisa membahayakan jika berbentuk banjir atau gelombang pasang tsunami. Sumberdaya manusia (SDM) pun demikian, oleh karena itu sebuah perusahaan piranti lunak harus bisa memelihara SDM dengan baik.Risman, misalnya, menceritakan bagaimana seorang pengembang di Indonesia kerap tidak memiliki jalur karir dalam sebuah perusahaan. Padahal di negara lain ada opsi yang memungkinkan seorang pengembang tetap di jalur teknis namun dengan kompensasi setara eksekutif atau manajerial.Di Indonesia, seorang pengembang piranti lunak harus mengambil jalur manajerial untuk memajukan karirnya. Hal ini bisa jadi akan menyebabkan 'larinya' pengembang berbakat ke perusahaan lain. Pasalnya, mengambil jalur manajerial bisa diibaratkan memulai karir dari nol.Elemen SDM developer di Indonesia pun dinilai masih banyak kekurangan. Hampir semua peserta diskusi merasa kesulitan mencari developer asal Indonesia yang memiliki cukup keahlian dan keterampilan untuk bertahan di lingkungan bisnis.Pada kesempatan yang berbeda Risman pun sempat mengkritisi kurikulum TI di pendidikan tinggi Indonesia. Beberapa hal-hal dasar pengembangan TI, ujar Risman, justru kurang kuat dalam kurikulum. Hal dasar itu termasuk algoritma dan struktur data yang merupakan pondasi TI.Api: Riset dan InovasiBagaikan api yang melambangkan semangat dan vitalitas, sebuah bisnis produk piranti lunak tanpa riset adalah bisnis yang lesu. Kurniawan mengatakan dirinya menaruh perhatian khusus pada proses riset dan pengembangan produk.Risman menambahkan, riset dalam perusahaan idealnya merupakan sebuah unit yang terstruktur. Proses riset, meski umumnya merupakan penyerap banyak biaya operasional, dapat menghasilkan produk yang inovatif.Inovasi produk menurut Kurniawan bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan piranti lunak. Oleh karena itu, Kurniawan mengatakan, dirinya selalu terlibat dalam pengembangan produk dan kerap memberi tantangan pada developer QPro."Kalau hanya mengembangkan sesuai standar tertentu, rasanya semua orang bisa. Oleh karena itu perlu sisi art, sesuatu yang akan memberi nilai tambah pada produk yang dihasilkan," tukasnya.Keempat elemen tersebut diyakini bisa membantu sukses produsen piranti lunak. Namun Kurniawan mengingatkan bahwa sukses baru bisa dicapai melalui sebuah proses. "Tidak ada yang tiba-tiba langsung jadi," ia menegaskan.Pada kesempatan TechEd 2006 terdapat empat orang pembicara yang berasal dari Indonesia. Risman mengatakan hal ini merupakan indikasi yang baik bagi komunitas developer di Indonesia. Para pembicara itu adalah Risman, Dondy, serta Norman Sasono (Microsoft MVP) dan M. Choirul amri (Microsoft MVP)(wsh)Kunjungan ke Microsoft South East Asia TechEd 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia, ini terselenggara atas kerjasama detikINET dan Microsoft Indonesia.
Keterangan foto: Risman Adnan, Senior Developer Evangelist, PT. Microsoft Indonesia (atas), Kurniawan Leonardi, Managing Director perusahaan software lokal QPro (bawah)
(ketepi/)
Keterangan foto: Risman Adnan, Senior Developer Evangelist, PT. Microsoft Indonesia (atas), Kurniawan Leonardi, Managing Director perusahaan software lokal QPro (bawah)
(ketepi/)