Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Enterprise Tech
Manfaatkan Web Service, UGM Luncurkan LAPiS
Enterprise Tech

Manfaatkan Web Service, UGM Luncurkan LAPiS


- detikInet

Yogyakarta - Setelah gerakan Jogja Goes Open Source (JGOS) yang dikumandangkan oleh rekan-rekan Kuliah Kerja Nyata 2005 Universitas Gadjah Mada, kini KKN Tematik UGM 2006 bekerjasama dengan Badan Informasi Daerah DIY mengeluarkan proyek Lightweight Adjustable Portable Information System (LAPIS).LAPiS sendiri merupakan sebuah framework sistem informasi berbasis open source yang dapat digunakan untuk membuat atau mengimplementasikan berbagai sistem informasi berbasis web. Framework ini dikembangkan dengan konsep Model-View-Control (MVC) yang memisahkan antara data layer, logic layer serta presentation layer.Saat ini UGM memang sedang gencar menggalakkan pengembangan dan pemanfaatan open source software (OSS)."Sebenarnya LAPiS framework merupakan sebuah framework perintis untuk instansi pemerintahan berbasis open source, agar mereka dapat membangun aplikasinya sendiri tanpa perlu melibatkan vendor lain," tutur Sahal Arafat Zain, System Architect dari LAPiS.Kebijakan menggunakan model open source sendiri, diharapkan dapat memberi kemudahan bagi pemerintah daerah serta pihak lain yang berkepentingan untuk mensinergikan data dan informasi yang ada dalam satu atap, selain menghemat biaya pengembangan sekaligus menjaga kualitas sistem.Ahmad Junaedi selaku Kepala Badan Informasi Daerah DIY merasa bangga atas pembuatan framework ini. "Sebuah system data yang dibuat dengan cukup cepat oleh tim KKN tematik UGM, yang mungkin jika kami membuatnya sendiri dapat memakan waktu yang lebih lama." Demikian tuturnya dalam peluncuran LAPiS di Aula BID, Keparakan, Yogyakarta.Sistem Informasi Penanganan Pasca Bencana Lalu apa aplikasi dari pembuatan framework ini? Dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Kamis (24/8/2006), saat ini LAPiS sudah diaplikasikan sebagai prototype Sistem Informasi Penanganan Pasca Bencana yang merupakan sebuah data center yang menggabungkan sistem informasi kependudukan, organisasi, prasarana dan ekonomi, kondisi pasca bencana maupun sistem informasi geografis (SIG). Konsep yang digunakan, hampir sama dengan data center dengan mengintegrasikan berbagai data dari instansi pemerintah Yogyakarta. Data-data yang terdapat dalam situs tersebut, nantinya dapat dimanfaatkan dan ditindaklanjuti sebagai sistem pendukung keputusan."Situs yang kami kembangkan sudah terintegrasi dengan GIS dan diaplikasikan dengan teknologi terbaru, AJAX," tambah Sahal.Untuk mendapatkan framework ini, Anda bisa mengunjungi situs resmi LAPiS. (oktoria/)







Hide Ads