Enterprise Tech
Distributor Musik Digital AS 'Dibajak' Nokia
- detikInet
Helsinki -
Tak puas bergelut di dunia ponsel, Nokia melebarkan sayap bisnisnya dengan melirik pasar musik mobile digital yang saat ini sedang tren.Terkait hal ini, distributor musik digital asal Amerika Serikat Loudeye Corp. 'dibajak' Nokia. Loudeye dibeli Nokia senilai US$ 60 juta (kurang lebih berkisar Rp 544,6 miliar). Nokia bersedia membayar US$ 4,50 untuk setiap saham Loudeye.Loudeye merupakan provider platform musik digital dan layanan distribusi media digital. Beroperasi di lebih 20 negara, perusahaan yang berbasis di Seattle, Washington itu memiliki 130 orang karyawan."Dengan mengakusisi Loudeye, Nokia jadinya bisa menawarkan pengalaman lebih terkait musik mobile ke konsumen, termasuk perangkat, aplikasi dan kemampuan membeli musik digital," papar Nokia, seperti detikINET kutip dari AP, Rabu (09/08/2006).Mengenai akuisisi ini, analis Collins Consulting Ben Wood menilai, Nokia tengah mengambil strategi 'perang' di pasar ponsel musik, guna menghadapi rivalnya ponsel Walkman Sony Ericsson.Sebelumnya, Nokia pernah bekerja sama dengan Loudeye untuk menggelar layanan download musik lewat ponsel bagi operator selular, seperti lewat Nokia N91 high-end. Untuk ke depannya, Nokia berencana menyediakan layanan download musik dibawah brand-nya di 2007.Menurut Nokia, perjanjian kerjasamanya dengan Loudeye diharapkan rampung di kuartal empat 2006. (dwn)
(dewidya/)