Shopee Bantu Geliat UMKM Tembus Pasar Global

Shopee Bantu Geliat UMKM Tembus Pasar Global

ADVERTISEMENT

Year in Review 2022

Shopee Bantu Geliat UMKM Tembus Pasar Global

Sukma Nur Fitriana - detikInet
Kamis, 29 Des 2022 11:54 WIB
Logo Shopee
Foto: dok. Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Para pelaku UMKM tentunya menginginkan produknya bisa tembus ke pasar global. Tapi sayangnya, keinginan ini terhalang karena adanya tantangan global yang harus dihadapi bersama-sama.

Mulai dari keadaan ekonomi pascapandemi, sampai sulitnya proses ekspor yang dirasakan oleh pelaku UMKM. Padahal, jika ditilik lebih jauh Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar.

Melansir data dari laman UKM Indonesia, pada tahun 2020 saja Indonesia memiliki berbagai produk andalan yang bisa di ekspor ke luar negeri. Tercatat produk tersebut terdiri dari produk lemak dan minyak hewani & nabati yang menempati posisi tertinggi di angka 16,1%. Kemudian disusul oleh peralatan elektronik di angka 7%, kendaraan selain kereta 4,9%, mesin-mesin 4,5%, alas kaki 3,7%, pakaian dan asesoris 3,3%.

Namun, walaupun Indonesia memiliki banyak produk yang bisa diekspor, pada kenyataannya pelaku usaha besar yang tetap menguasai kegiatan ini. Kendati demikian, para pelaku UMKM disebut tetap bisa mengambil peluang yang berfokus pada alas kaki, serta pakaian dan aksesoris.

Selain itu, untuk memasarkan produknya hingga go global, alangkah baiknya pelaku UMKM memahami tantangan apa yang mereka hadapi. Berikut adalah tantangan yang harus diketahui pelaku UMKM.

1. Literasi Digital

Literasi digital menjadi tantangan utama untuk UMKM go global. Di mana fakta lapangannya banyak para pelaku UMKM belum memahami dengan baik bagaimana memasarkan produk secara digital.

2. SDM yang Mumpuni

Selain literasi digital, kualitas SDM pada kegiatan UMKM adalah kunci untuk berjualan secara online. Karena SDM yang berkualitas dinilai bisa merespon para pelanggan online yang ingin dilayani dengan cepat.

3. Kualitas Produk

Umumnya UMKM memang memiliki produk yang berkualitas. Tetapi, kekurangannya adalah tidak memperhatikan aspek lain yang menentukan nilai kualitas tersebut, seperti pengemasan dan branding produknya.

4. Market yang Besar

Market yang besar adalah tantangan sekaligus peluang untuk pelaku UMKM melebarkan pasar produknya. Untuk melebarkan pasar hingga go global, platform penjualan online dinilai sangat efektif. Namun karena efektif, para platform juga memiliki standar atau kriteria tertentu yang harus dicapai oleh pelaku UMKM.

Tapi kini, pelaku UMKM tidak usah bingung untuk menghadapi tantangan tersebut, karena di era serba digital saat ini, tantangan itu bisa lebih mudah untuk diatasi. Dengan digitalisasi, pelaku UMKM bisa memanfaatkan hal tersebut untuk berjualan ke berbagai negara dengan mudah.

Salah satu kemudahan yang bisa digunakan pelaku UMKM adalah memanfaatkan e-commerce Shopee. Melalui e-commerce ini, pelaku UMKM bisa menggunakan program Ekspor Shopee untuk memasarkan produknya ke berbagai destinasi di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga ke Amerika Latin dengan mudah.

Dengan memanfaatkan program Ekspor Shopee, pelaku UMKM pun bisa merasakan banyak keuntungan. Mulai dari peningkatan penjualan karena bisa menjangkau pasar yang lebih luas, tidak mengeluarkan biaya untuk pengiriman, sampai prosesnya mudah untuk dilakukan.

Keunggulan ShopeeFoto: dok. Shopee


Head of Marketing Growth Shopee Indonesia Monica Vionna mengatakan Shopee akan terus menghadirkan beragam inovasi untuk menemani pelaku UMKM naik kelas.

"Shopee ingin menjadi kawan di setiap perjalanan pelaku UMKM. Untuk itu, kami hadirkan berbagai program untuk membantu pelaku UMKM naik kelas. Melalui inisiatif yang kami hadirkan ini, kami berharap bisa semakin meningkatkan visibilitas bagi para pelaku UMKM agar produknya bisa semakin dikenal dan berjaya baik di dalam maupun luar negeri," ujar Monica dalam keterangan tertulis, Senin (26/12/2022).

Mengikuti program Ekspor Shopee, pelaku UMKM bisa merasakan pengalaman berjualan ke luar negeri dengan mudah dan sama saja seperti pengalaman berjualan di Indonesia. Karena dengan program ini, pengiriman dan pelayanan pembeli ke luar negeri akan diproses oleh pihak Shopee.

Mulai dari pengelolaan toko, seperti pembuatan toko untuk pasar luar negeri, pengelolaan produk dan stok,pengaturan harga, pelayanan chat pembeli, sampai proses pengiriman. Para penjual tinggal bantu produksi barangnya dan penuhi standar yang sudah Shopee tentukan.

Kerennya lagi, program Ekspor Shopee juga memiliki dashboard yang dibuat khusus agar para penjual bisa melihat performa toko mereka di luar negeri. Dashboard ini bisa digunakan untuk memantau dan mengevaluasi performa penjualan di toko luar negeri. Jadi, para penjual atau pelaku UMKM tahu langkah atau strategi apa untuk meningkatkan penjualan luar negerinya melalui Shopee.

Sebagai informasi, namun tidak semua pelaku UMKM bisa mengikuti program Ekspor Shopee. Sebelumnya, pihak Shopee akan melihat penjual mana saja yang memenuhi kriteria untuk dibantu pemasaran hingga luar negeri.

Bagi pelaku UMKM yang telah memenuhi kriteria program Ekspor Shopee, nantinya akan mendapatkan pesan pop-up yang berisi undangan program Ekspor Shopee di Seller Centre. Selanjutnya, pelaku UMKM bisa mengonfirmasi untuk ikut berpartisipasi.

Setelahnya, pelaku UMKM bisa melakukan pendaftaran berdasarkan jenis tokonya, yaitu shopee regular atau shopee mall. Kemudian Shopee akan mengonfirmasi dan memproses status pelaku UMKM melalui notifikasi paling lambat 3 minggu setelah pendaftaran.

Jika setelah tiga minggu toko tidak memenuhi kriteria, Shopee akan mengirimkan notifikasi konfirmasi paling lambat 2 minggu setelah pendaftaran.

Meskipun memiliki kriteria atau standar yang ketat, selama tiga tahun sejak perilisannya di tahun 2019, program Ekspor Shopee dinilai berhasil memajukan para UMKM. Hal itu terlihat dari banyaknya pelaku UMKM lokal yang mendaftar dan ikut dalam program tersebut. Bahkan, jumlah UMKM yang ikut dalam program ini disebut sudah melebihi kapasitas penonton di 60 lapangan sepak bola.

Melansir dari detikfinance, berdasarkan survei Ipsos, sebanyak 44% responden pun telah menilai Shopee sebagai perusahaan e-commerce yang paling mendukung UMKM lokal. Komoditas ekspor terbanyak yang dilakukan UMKM melalui Shopee adalah pakaian, terutama busana muslim dan juga batik. Bahkan, Shopee mencatat batik yang diekspor melalui pihaknya mengalami kenaikan sampai 600% dari tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, atas segala dukungan dan inovasi agar pelaku UMKM naik kelas, Shopee diganjar oleh penghargaan detikcom Year In Review 2022 dengan kategori Marketplace yang Mendukung Penuh UMKM Go Global.


Download PDF Report di sini.



Simak Video "Year In Review 2022: Akselerasi Daerah Menyangga Pembangunan Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT