Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
PT Intim Bawa Sistem Sinema Digital ke Indonesia

PT Intim Bawa Sistem Sinema Digital ke Indonesia


- detikInet

Jakarta - Teknologi baru dalam pembuatan film, Digital Cinema System (DCS) yang dianggap dapat mengurangi pembajakan diperkenalkan di Indonesia. "Digital Cinema System merupakan suatu revolusi di dalam pembuatan, peredaran, dan penayangan film di teater", kata Halim Kalla, Chairman PT Intim Group kepada wartawan di Gedung Perfilman, Jakarta, Rabu (26/07/06). PT Intim Group sendiri, sebagai perusahaan yang menyediakan jasa pelayanan DCS di Indonesia.Menurut Halim, industri perfilman di India sudah lebih dulu mencicipi teknologi DCS, dalam peluncurannya setelah sepuluh bulan tercatat lebih dari 300 bioskop yang menerapkan teknologi ini dan diperkirakan penggunaannya akan mencapai di 2000 bioskop pada akhir tahun 2007 mendatang.Jika saat ini dalam pendistribusian film di Indonesia masih menggunakan bantuan kurir, DCS mengganti fungsi kurir dengan menggunakan satelit. Cara kerja sistem ini, pertama-tama film dibuat dalam bentuk digital dan dienkripsi, lalu di-upload ke satelit sebagai tempat penyimpanan. Dari satelit tersebut mulai didistribusikan ke server-server yang ada di bioskop, untuk kemudian diteruskan ke proyektor dan sistem audio yang ada di setiap bioskop.Teknologi yang dikembangkan di India ini, selain diklaim dapat mengurangi biaya sampai 40 persen, sistem enkripsi yang menyertainya diklaim dapat mengurangi pembajakan.Untuk penyediaan jasa teknologi DCS di Indonesia, PT Intim Group bekerja sama dengan PT Agate Cufar Solution dari Malaysia sebagai penyedia jasa layanan, yang akan menyediakan teknologi yang dikembangkan oleh PT UFO Moviez yang berasal dari India. Halim optimis DCS akan diadopsi di banyak bioskop di Indonesia. karena teknologi ini telah berhasil dikembangkan di India sehingga dapat menghasilkan sekitar 800 film per tahunnya.(ash) (ketepi/)





Hide Ads