Startup Wahyoo Kembangkan Bisnis Cloud Kitchen

ADVERTISEMENT

Startup Wahyoo Kembangkan Bisnis Cloud Kitchen

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 22 Nov 2022 18:30 WIB
Wahyoo
Startup Wahyoo Kembangkan Bisnis Cloud Kitchen. Foto: Wahyoo
Jakarta -

Di saat GrabKitchen tutup, Wahyoo malah mengembangkan bisnisnya ke jaringan cloud kitchen. Mengusung nama Wahyoo Kitchen Partners, pengembangan ini bertujuan untuk membantu menghasilkan pendapatan yang lebih besar sekaligus meningkatkan loyalitas mitranya.

"Loyalitas pemilik usaha kuliner sangat penting bagi kami. Dan loyalitas itu bisa didapat ketika kami memberikan sebuah nilai tambah untuk mereka, yaitu peningkatan bisnis yang lebih baik semenjak bergabung bersama Wahyoo," tarang Peter Shearer, CEO Wahyoo.

"Kalau dahulu kami telah berhasil dalam membuat mitra kuliner kami lebih efisien dalam berbelanja bahan baku, kini kami ingin fokus bagaimana memberikan penghasilan tambahan kepada mitra-mitra kami. Karena itulah memasuki tahun ini, Wahyoo mulai mengeksplorasi model bisnis cloud kitchen yang menawarkan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi mitra kami sehingga diharapkan dapat meningkatkan loyalitas mereka," lanjutnya.

Pemilihan cloud kitchen sebagai mesin pertumbuhan baru bagi Wahyoo lantaran perusahaan sudah punya jaringan kuliner ditambah infrastruktur teknologi yang diklaim mumpuni.

"Kami melihat kemudahan menjadi kunci berkembangnya bisnis model dari Wahyoo Kitchen Partners. Kemudahan dalam berbelanja bahan baku lewat aplikasi kami, kemudahan dalam menjalankan operasional masak di dapur mereka, sampai kemudahan dalam pembayaran dalam aplikasi kami, membuat kami yakin dapat membuat mitra kami menjadi lebih senang dan loyal," jelas Daniel Cahyadi, COO Wahyoo.

Dalam membangun jaringan cloud kitchen-nya, Wahyoo mengaku punya keunggulan berupa kemitraan dengan UKM kuliner yang selama ini telah menjadi bagian dari perusahaan. Sehingga berbeda dengan cloud kitchen yang membutuhkan investasi dalam membangun dapur baru dan karyawan baru, mitra UKM kuliner tersebut bisa memaksimalkan potensi dari dapur dan karyawan yang sudah ada selama sesuai standar dalam hal kebersihan dan kualitas memasak yang diharuskan oleh Wahyoo. Tercatat sekitar 250 restoran kecil dari 27.000 mitra telah bergabung dengan Wahyoo Kitchen Partners ini.

WahyooCEO Wahyoo Peter Shearer Foto: Wahyoo

"Setelah memiliki tiga merek private label, yaitu Bebek Goreng Bikin Tajir (hidangan bebek goreng), Ayam Paduka (hidangan ayam goreng), dan Bakso Bikin Tajir (hidangan bakso), kami berencana untuk menambahkan dua merek lagi tahun ini, dan delapan lagi di akhir tahun 2023. Melalui Wahyoo Kitchen Partners, kami memiliki target untuk membangun cloud kitchen dalam radius setiap 2 kilometer di Jakarta," kata Peter Shearer optimis.

Wahyoo berdiri pada 2017 silam. Saat ini perusahaan tengah merampungkan pendanaan Series B yang dipimpin oleh Eugene Asia Food Tech Fund-1, yang merupakan kendaraan perusahaan investasi asal Korea, Eugene Investment and Securities bersama NH Absolute Return Partners, Global Brains serta Trinity Optima Corporation.

Nama-nama tersebut akan melengkapi daftar sejumlah pemodal yang telah bergabung sebelumnya seperti East Ventures, Indogen Capital, Arkblu Capital dan Nitto Prima Ventura, dengan total nilai USD 6,5 juta. Kucuran dana segara terbaru ini berencana untuk memperluas jaringan cloud kitchen-nya dengan merekrut lebih banyak mitra restoran dan meluncurkan lebih banyak merek makanan private label.

Wahyoo pun berencana untuk mempromosikan merek makanannya ke konsumen yang lebih luas dengan memanfaatkan nama besar Eugene Investment and Securities dan jaringan selebritas Trinity Optima.



Simak Video "Kaesang Unggah Meme Kocak Menteri PUPR Basuki saat Jadi Fotografer"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT