Mengenal Thuraya, Penyedia Layanan Telekomunikasi Satelit asal UEA

Mengenal Thuraya, Penyedia Layanan Telekomunikasi Satelit asal UEA

ADVERTISEMENT

Mengenal Thuraya, Penyedia Layanan Telekomunikasi Satelit asal UEA

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 05 Nov 2022 16:51 WIB
Dirut Thuraya Sulaiman Al Ali di Indo Defence 2022
Dirut Thuraya Sulaiman Al Ali. Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Meski layanannya banyak dipakai di berbagai sektor, nama Thuraya mungkin tak banyak dikenal publik.

Perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) ini adalah anak perusahaan layanan satelit seluler dari perusahaan komunikasi satelit Al Yah Satelit PJSC (Yahsat), yang merupakan perusahaan publik dan anak perusahaan dari perusahaan investasi Mubadala.

Thuraya pertama berdiri pada 1997, dan menjadi operator satelit pertama di UEA. Layanan komunikasi yang mereka tawarkan dipakai berbagai sektor, seperti energi, pemerintahan, media penyiaran, maritim, militer, kedirgantaraan, dan LSM Kemanusiaan.

Mereka punya dua satelit yang melayani lebih dari 160 negara yang tersebar di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Asia. Mereka adalah satu sekian banyak perusahaan yang berpartisipasi di Indo Defence 2022 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta sampai Sabtu (5/11/2022).

Ada lima solusi yang mereka tawarkan di ajang tersebut, dengan tema utama Satellite Communications Solutions for Mission Critical Operations across Land, Sea and Air.

"Kami punya lima solusi pemanfaatan komunikasi satelit untuk operasi misi kritis di darat, laut, dan udara,"jelas Chief Commercial Officer (CCO) Yahsat yang juga Dirut Thuraya Sulaiman Al Ali dalam wawancara di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

  1. Kemampuan Multi-Domain (Darat, Laut, Udara)
  2. Operasi C4ISR (command, control, communication, computer, intelligence, surveillance, dan reconnaissance)
  3. Elemen: Kesiapan dan Operasi Komando & Kontrol
  4. Memerangi Kesadaran Situasional
  5. Operasi Pencarian Dan Penyelamatan

Oh ya, Thuraya juga mengaku kalau perangkat dan layanannya dipakai oleh Basarnas saat melakukan operasi pencarian korban dan puing-puing pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak di Laut Jawa setelah lepas landas dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014.

"Teknologi kami dibutuhkan untuk melakukan operasi pencarian oleh Basarnas. Mereka menghubungi rekanan kami di Indonesia, dan kami langsung menyediakan teknologi untuk melakukan operasi pencarian. Kami punya sejarah di negara ini," kata AVP Marketing Communication Thuraya Raouf Khalife, di sesi wawancara yang sama.



Simak Video "Detik-detik SpaceX Luncurkan Satelit Komunikasi Intelsat"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT