Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laba Bersih Telkom Capai Rp 8 Triliun

Laba Bersih Telkom Capai Rp 8 Triliun


- detikInet

Jakarta - Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid di depan peserta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Telkom Tbk. di Jakarta, Jumat (30/6/2006), mengatakan perseroan mencatat pertumbuhan yang mengesankan pada tahun 2005.Arwin mengumumkan laba bersih usaha konsolidasi 2005 tumbuh sebesar Rp 1,4 triliun atau 21% menjadi Rp 8 triliun. "Hal ini menyebabkan Telkom masih bisa mempertahankan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization-red) Margin konsolidasi di atas 60% dan termasuk yang tertinggi di kawasan Asia-Pasifik," ujar Arwin. Dibanding tahun 2004, jumlah pelanggan layanan telepon tetap nirkabel (Flexi) meningkat 184% menjadi lebih dari 4 juta pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan seluler (Telkomsel) meningkat 49% menjadi lebih dari 24 juta pelanggan.Arwin juga mengumumkan kinerja lini bisnis layanan data dan Internet. Untuk layanan internet berteknologi ADSL (TelkomSpeedy). Jumlah pelanggan pada akhir tahun 2005 tercatat mencapai 30.662 pelanggan yang tersebar di Jakarta, Surabaya dan Makassar. Sampai akhir 2006, Telkom mengharapkan jumlah pelanggan Speedy terus meningkat sejalan dengan rencana peluncuran layanan ini di 20 kota Indonesia.Selain itu, Arwin juga memaparkan performa layanan SLI 007, yang dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2004, baik untuk incoming maupun outgoing international traffic. Untuk incoming international traffic tercatat sebesar 424,8 juta menit dan untuk outgoing sebesar 130,3 juta menit. SLI 007, menurut Arwin, pertama kali diluncurkan Telkom pada tahun 2004, dan pada tahun 2005 mampu menguasai pangsa pasar 44% untuk outgoing traffic dan 35% untuk incoming traffic.Telkom mencatatkan peningkatan pendapatan usaha konsolidasi sebesar 23,2% dari Rp 33,9 triliun pada tahun 2004, menjadi Rp 41,8 triliun pada 2005.Peningkatan pendapatan usaha 2005 terutama dihasilkan dari meningkatnya pendapatan jasa data dan Internet, seluler, serta interkoneksi. Dibanding tahun 2004, pendapatan data dan Internet meningkat sebesar Rp 2,1 triliun atau 44% menjadi Rp 6,9 triliun, dibandingkan tahun 2004.Pendapatan telepon seluler meningkat Rp 4,2 triliun atau 40% menjadi Rp 14,6 triliun. Pendapatan Interkoneksi Bersih (Net) meningkat sebesar Rp 1,6 triliun atau 25% menjadi Rp 7,7 triliun. Pendapatan Telepon Tetap meningkat Rp 146 miliar atau 1,3% menjadi Rp 10,8 triliun.Selain peningkatan di sisi pendapatan, tercatat juga peningkatan di sisi beban yang secara konsolidasi mencapai 27% menjadi Rp 24,6 triliun. (nks) (ketepi/)




Hide Ads
LIVE